Surabaya (beritajatim.com) – Inilah video amatir yang direkam korban saat tumpeng pesanan yang telah disiapkan dirusak dan dimakan oleh sekelompok diduga preman.
Para pelaku yang berjumlah 10 orang ini merusak tumpeng dan melahapnya tanpa memiliki rasa bersalah.
Mendapat perlakukan kurang enak pengusaha catering bernama Ariyani 51 tahun warga perumahan serenity kecamatan Sukolilo Surabaya, berjalan tertatih hingga jatuh pingsan seusai melaporkan kejadian premanisme yang menimpanya ke Polrestabes Surabaya.
Ibu rumah tangga ini syok dan ketakutan setelah tempat usahanya dirusak oleh sekelompok orang tidak dikenal yang diduga preman. Mereka memakan dan merusak tumpeng pesanan di tempat usaha katering.
Bahkan dalam laporannya pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 orang mendatangi usaha katering korban.
Para pelaku dengan seenaknya memakan makanan tumpeng milik pelanggan yang siap dikirim serta merusak sejumlah tumpeng dan makanan lainnya. Termasuk melarang pegawai katering mengirimkan makanan pesanan pelanggan.
Gerak cepat aparat gabungan Polsek Sukolilo bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya usai menerima laporan korban berhasil menangkap tiga dari 10 pelaku.
Ketiga pelaku saat ini telah diamankan dan dilakukan penahanan di tahanan Polrestabes Surabaya guna penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bobby Elham mengatakan motif para pelaku melakukan aksi tersebut pada awalnya ingin menagih hutang senilai 14 milyar rupiah.
“Lantaran tidak ada etikat baik dari pemilik catering lalu para pelaku memakan tumpeng pesanan yang telah disiapkan,” kata Iptu Bobby.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dojerat pasal 170 tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ted)






