Ponorogo (beritajatim.com) – Jemaah haji asal Ponorogo mulai mengumpulkan kopernya di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo di Jalan Ir. Juanda Kelurahan Tonatan. Ada tanda-tanda unik di koper jemaah haji Ponorogo yang akan berangkat pada hari Rabu (15/5) dini hari nanti. Mulai tanda bonek, selendang, gelas plastik dan mainan bebek.
Diharapkan dengan tanda berbeda-beda di setiap rombongan, akan mempermudah untuk pencariannya nanti di Tanah Suci Saudi Arabia. “Koper diberi tanda-tanda unik ini diperbolehkan,” kata Kepala Kemenag Ponorogo, Nurul Huda, Selasa (14/05/2024).
Dengan pemberian tanda-tanda unik di koper itu, Nurul Huda menyebut agar jamaah haji mudah menghafal koper yang dibawanya. Sehingga meminimalisir koper itu akan tertukar dengan jemaah haji lainnya. Asal tidak mengganggu, jemaah haji diberi kebebasan kreativitas untuk memberi tanda-tanda unik di koper. “Dari masing-masing regu punya kreativitas dalam menandai kopernya. Selama tidak mengganggu, ya boleh-boleh saja,” katanya.
Nurul Huda menambahkan bahwa pengumpulan di kantor Kemenag Ponorogo itu, koper jemaah langsung ditimbang dulu. Batas maksimal berat koper yang diperbolehkan maksimal 32 kilogram. Ada beberapa benda yang tidak diperbolehkan masuk di dalam koper. Seperti barang cair, senjata tajam maupun barang terlarang lainnya.
“Nanti di asrama haji Sukolilo Surabaya, koper-koper itu akan diperiksa dengan X-Ray. Kalau ada yang mencurigakan ya langsung dibongkar,” pungkasnya.
Sementara itu, Damayanti Pratiwi salah satu pengantar koper jemaah haji Ponorogo mengungkapkan bahwa koper milik orangtuanya dipasangi tanda unik, yakni mainan bebek. Senada dengan Nurul Huda, pemberian tanda unik itu untuk memudahkan pencariannya. Apalagi, bentuk dan model koper jemaah haji ini sama. “Kalau pemilihan mainan bebek ini, ya dikarenakan mainan itu bisa dipegang dan berbunyi,” pungkasnya. (end/kun)






