Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka menyambut Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 455 tahun, Pemerintah Kabupaten Lamongan menggencarkan kegiatan “Petik Duren”.
Petik Duren merupakan singkatan dari Pelayanan Tilik Kampung Penduduk Rentan, yang menjadi program inovasi dalam pelayanan administrasi kependudukan kepada penduduk rentan di Kabupaten Lamongan.
Program tersebut diinisiasi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan sejak tahun 2023, yang bertujuan untuk memberikan dan memenuhi hak kependudukan secara menyeluruh.
“Inovasi Petik Duren sudah kami jalankan sejak 2023. Saat ini dalam rangka menyambut momen HJL 455 akan kami masifkan pelaksanaannya,” kata Kepala Disdukcapil Kabupaten Lamongan, Achmad Edwyn Anedi saat dikonfirmasi, Sabtu (11/5/2024).
Edwyn menjelaskan bahwa pelaksanaan inovasi Petik Duren ini difokuskan di dua titik, yakni di Kecamatan Solokuro yang sudah dilaksanakan pada Selasa, 7 Mei 2024 lalu dan di Kecamatan Karanggeneng yang bakal dilaksanakan pada Selasa, 14 Mei 2024 mendatang.
“Tahun 2024 kami rencanakan akan melaksanakan program Petik Duren sebanyak 7 (tujuh) kali. Sedangkan pada momen peringatan HJL ini akan difokuskan di dua titik Kecamatan,” terangnya.
Edwyn juga menuturkan, inovasi Petik Duren ini selaras dengan apa yang sudah diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 96 Tahun 2019 tentang pendataan dan penerbitan dokumen kependudukan bagi penduduk rentan administrasi kependudukan.
Kelompok rentan yang dimaksud yakni penduduk korban bencana alam, korban bencana sosial, orang terlantar, komunitas terpencil, serta penduduk yang menempati kawasan hutan, tanah negara, dan/atau tanah dalam kasus pertanahan.
Lebih lanjut, ungkap Edwyn, pihaknya akan berusaha seoptimal mungkin dalam melaksanakan inovasi Petik Duren ini meski masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi kurangnya partisipasi masyarakat hingga kondisi pada ODGJ yang tidak memungkinkan.
“Inovasi Petik Duren ini sangat membantu masyarakat rentan untuk mendapatkan hak kependudukannya. Mengingat saat ini banyak sekali pelayanan gratis dari pemerintah yang membutuhkan identitas, seperti pelayanan kesehatan gratis dan lainnya,” jelasnya. [riq/ian]






