Pacitan (beritajatim.com) – Sebanyak 2.000 pohon jambu mete ditanam Dusun Pager Gunung, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandarang, Kabupaten Pacitan. Selain menanam pohon, di daerah tersebut juga dilakukan pembuatan sumur biopori. Sedikitnya ada 200 sumur resapan biopori yang dibuat. Penanaman pohon dan pembuatan sumur biopori itu, diinisiasi oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Pacitan, sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Manajer LMI Ponorogo-Pacitan, Mariyatul Fitriah mengungkapkan bahwa program rehabilitasi sumber daya alam ini, merupakan langkah preventif untuk menghindari pengikisan air tanah di wilayah tersebut. Terlebih lagi di daerah tersebut, juga sudah dibangun sumur bor milik LMI.
“Ini merupakan langkah preventif untuk menghindari pengikisan air tanah di wilayah ini,” kata Mariyatul Fitriah, ditulis Jumat (10/05/2024).
Penanaman pohon jambu mete, kata Mariyatul Fitriah merupakan salah satu metode terbaru untuk menampung air. Program ini diharapkan menjadi program jangka panjang untuk membentuk bank air. Sedangkan pembuatan sumur biopori, ke depan akan berguna sebagai resapan air tambahan. Selain itu sumur biopori ini juga bisa untuk memperbaiki unsur tanah.
“Saya berharap penanaman pohon ini bisa menjadi program jangka panjang untuk bank air. Sementara untuk pembuatan biopori berguna untuk resapan air nanti di musim penghujan,” ungkap Mariyatul.
Sementara itu, Kepala Desa Petungsinarang, Suryadi mengaku berterimakasih dengan adanya program penanaman pohon dan pembuatan sumur biopori di desanya. Daerahnya yang merupakan perbukitan tentu menjadi tempat yang cocok untuk program tersebut.
“Penanaman pohon jambu mete dan pembuatan biopori ini sangat cocok di daerah sini. Sebab, sangat berguna sebagai bank air,” katanya. [end/but]






