Malang (berijatim.com) – Google Indonesia Gaming Monetisation Growth Lab yang berlangsung di Hotel Ciputra World Surabaya menjadi pusat perhatian para pengembang dan penerbit game dari seluruh Indonesia, tidak terkecuali game developer Malang. Acara pada Rabu (7/5/2024) ini bertujuan memberi edukasi para peserta tentang strategi monetisasi melalui Google AdMob.
Perwakilan dari komunitas Game Developer Malang (GDM), Adib Thoriq, merasa gembira atas hasil dari seminar tersebut. Ia menghargai peluang yang diberikan pada acara yang membahas tentang sebuah platform yang mendukung pengembang dalam memaksimalkan pendapatan dari aplikasi mereka itu.
“Pengetahuan yang kami dapatkan sangat berharga untuk meningkatkan strategi monetisasi kami dan, yang terpenting, untuk memperkaya pengalaman pengguna dalam game yang kami kembangkan,” ungkap Adib, Rabu (8/5/2024).
Kehadiran dan kontribusi Game Developer Malang dalam Google Indonesia Gaming Monetisation Growth Lab 2024 menunjukkan peran penting mereka dalam memajukan industri game lokal. Game Developer Malang memperkuat jaringan dan kolaborasi antara para pengembang game di Indonesia.
“Ini membuka jalan bagi pengembangan yang lebih inovatif dan strategi monetisasi yang efektif. Apalagi seminar itu memberikan panduan mendetail dalam sesi ‘Maximize Revenue with AdMob: A Step by Step Guide,’ tentang cara meningkatkan pendapatan melalui penyesuaian strategis pada pengaturan AdMob,” ujar Adib.
Acaranya dibuka dengan sambutan dari Denis Nichifor, kepala divisi aplikasi monetisasi sisi penjualan di Google, yang menekankan pentingnya strategi monetisasi yang seimbang antara penghasilan dan pengalaman pengguna. Frank Chen memberikan panduan mendetail dalam sesi ‘Maximize Revenue with AdMob: A Step by Step Guide.

Ada juga sesi dari Hung Pham tentang mekanisme mediasi AdMob dapat membantu meningkatkan pendapatan melalui penggunaan berbagai sumber iklan. Bruce Nguyễn dan Edmund Wee menyoroti pentingnya menjaga kualitas pengalaman pengguna dalam sesi tentang pengenalan AdMob dan cara mengatasi masalah yang biasa terjadi pada proses pendaftaran di AdMob serta ‘App Monetization: Boosting Income, Maintaining UX.’
Kemudian, Ariana Sariatu dan Collin Agata dalam sesi tentang kepatuhan dan keamanan, mengulas kepatuhan terhadap kebijakan Google Play dan penerapan data dari Firebase untuk memahami perilaku pengguna lebih baik. Ryotaro Suzuki dan Adrian Noir memberikan wawasan tentang tren terbaru dan tantangan serta peluang untuk penerbit di Indonesia.
Ilona Uwita dari Props menyampaikan informasi penting dalam sesi ‘Increase CLV driven by CLM (Customer Lifecycle Marketing)’, menjelaskan strategi pemasaran yang berfokus pada siklus hidup pelanggan untuk meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan.
Sesi Fireside Chat menjadi salah satu puncak acara, dengan berbagi pengalaman dari Herry Susanto dari IDBS Studio dan Wesley Yiu dari Noctua Game tentang strategi meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan melalui Customer Lifecycle Marketing.
David Wang menutup acara dengan mengucapkan terima kasih kepada semua peserta, pembicara, dan panitia. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang dibagi selama seminar harus dijadikan sebagai alat untuk membantu pengembang dan penerbit meningkatkan pendapatan serta pengalaman pengguna. [dan/but]







1 Komentar
Ada saya coy ;v