Mojokerto (beritajatim.com) – KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Mojokerto menggelar Bupati Cup 2024. Lomba Olahraga Tradisional Hadang dan Panahan ini berlangsung di kompleks GOR Gajah Mada Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/5/2024).
Agenda ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke -731. Tidak hanya itu kegiatan ini juga merupakan salah satu penerapan hasil dari pelatihan olahraga tradisional yang diikuti oleh guru olahraga SD dan SMP se-Kabupaten Mojokerto beberapa waktu lalu.
Bupati Cup 2024 Lomba Olahraga Tradisional Hadang dan Panahan ini secara langsung dibuka oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. Pada kesempatan ini, Bupati menyampaikan, pentingnya melestarikan olahraga tradisional kepada seluruh peserta.
“Olahraga tradisional ini merupakan warisan bangsa kita yang harus dilestarikan. Jangan sampai kalian dan anak cucu kita nanti tidak tahu atas warisan nenek moyang kita yang sangat berharga ini,” tuturnya.
Bupati juga menyampaikan, dalam berlangsungnya pertandingan ini agar terus menjunjung sportivitas. Sesuai dengan tagline KORMI, Bupati Ikfina menambahkan, melalui olahraga tradisional, masyarakat akan semakin sehat, bugar dan bahagia.
“Selamat bertanding, semoga sukses, jaga persaudaraan dan kekompakan, junjung tinggi sportivitas. Dalam kondisi bertanding, tapi harus tetap saling menghargai dan menghormati. Sesuai jargon KORMI, melalui olahraga tradisional ini, kita akan sehat, bugar dan gembira,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Mojokerto, Dedi Ardianto mengatakan, lomba tersebut merupakan salah satu pelaksanaan dari program GARDA GEMPITA dan tindak lanjut dari pelatihan guru olahraga tradisional. Ini merupakan salah satu tindak lanjut dari pelatihan guru olahraga tradisional beberapa waktu lalu.

“Siswanya akan diuji dan dievaluasi dalam perlombaan ini. Tahap selanjutnya adalah mempersiapkan sekolah-sekolah tersebut menjadi pusat pelatihan olahraga tradisional bagi sekolah lainnya pada satu wilayah kecamatan. Sehingga persebaran olahraga tradisional dapat merata di 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto,” imbuhnya.
Dedi berharap, kedepan, kolaborasi dan peran serta banyak pihak sangat berperan dalam suksesnya program GARDA GEMPITA. Menurutnya, peran pemerintah melalui instansi daerah, instansi vertikal, pihak swasta maupun organisasi kemasyarakatan lainnya sangat penting untuk suksesnya GARDA GEMPITA. [tin/suf]






