Gresik (beritajatim.com) – Ratusan guru dan kepala sekolah di wilayah kerja III Gresik Selatan. Mulai dari Kecamatan Menganti, Driyorejo, Kedamean, dan Wringinanom. Berkumpul di Menganti melakukan halal bihalal. Di hadapan pahlawan tanpa tanda jasa itu, Bupati Gresik Fandi Akmad Yani menitip pesan soal pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) agar bisa dikelola sebaik mungkin.
“Saya nitip untuk Bosda pengelolaannya dilakukan dengan baik. Tetap mengedepankan kerukunan dan keadilan,” ujarnya, Selasa (30/4/2024).
Selain Bosda, mantan Ketua DPRD Gresik itu juga menyinggung tentang berbagai kasus perundungan dalam dunia pendidikan yang terjadi. Menurutnya, hal tersebut bisa di minimalisir dengan menjadikan lingkungan sekolah menjadi lingkungan yang ramah anak.
“Kita upayakan diri kita menjadi sosok idola bagi anak-anak, dengan begitu semoga pendidikan di Kabupaten Gresik menjadi lebih maju, zero bullying, dan mencetak generasi berakhlakul karimah,” ungkap Fandi Akmad Yani.
Sementara, Ketua Panitia Halal Bihalal wilayah kerja III Gresik Selatan Wonaji menuturkan, ratusan guru yang hadir terdiri dari tenaga pendidik dari wilayah kerja III. Mereka terdiri dari tenaga pendidik tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar guru dan pihak terkait di bidang pendidikan di wilayah kerja III, serta bersama-sama memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, S.Haryanto menyatakan dirinya mengapresiasi ratusan guru yang hadir yang diharapkan terus berinovasi dalam meningkatkan pendidikan lebih baik lagi.
“Jangan pernah lelah melakukan inovasi dalam pembelajaran serta pendidikan di Kabupaten Gresik,” tandasnya. [dny/ian]






