Lamongan (beritajatim.com) – Unit pelaksana teknis (UPT) Puskesmas Hewan (Puskeswan) yang berada di Kecamatan Mantup diresmikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada hari ini, Jumat (26/4/2024).
Menurut Bupat Yuhronur, hadirnya Puskeswan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan untuk mendekatkan layanan peternakan kepada masyarakat, khususnya tani ternak Kabupaten Lamongan.
“Penuh harap UPT Puskeswan Mantup bisa berjalan dengan baik memenuhi ekspektasi masyarakat, sehingga ketika berpikir terkait butuh konsultasi kesehatan hewan, inseminasi buatan (IB), pengawinan, pakan, maupun lainnya bisa ke sini,” kata Bupati Yuhronur.
“Tidak perlu datang jauh-jauh ke Lamongan (Dinkeswan Lamongan), jadikan Puskeswan ini sebagai replikasi dinas, sehingga seluruh pelayanan di dinas bisa dihadirkan di tempat ini,” imbuhnya.
Yuhronur menegaskan, keberadaan UPT Puskeswan Mantup ini menambah jumlah UPT Puskeswan yang ada di Lamongan menjadi 7 UPT, yang masing-masing tersebar di Kecamatan Solokuro, Sukodadi, Tikung, Kedungpring, Modo dan Sukorame.
“Saat ini ada 7 UPT. Sedangkan populasi ternak di Lamongan saat ini untuk sapi potong sebanyak 96.632 ekor, sapi perah 7 ekor, kambing 94.632 ekor, domba 70.238 ekor, ayam ras pedaging 31.514.853 ekor, ayam ras petelur 627.996 ekor, ayam bukan ras 1.394.368 ekor, hingga lainnya,” sebutnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Dinkeswan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati melaporkan bahwa Puskeswan Mantup telah memiliki 3 dokter hewan dan 7 paramedis IB. Sehingga ia optimis, pelayanan yang dilakukan akan maksimal.
Secara rinci, ungkap Shofiah, pelayanan UPT Puskeswan terbagi menjadi dua macam, yakni pelayanan pasif di mana pemilik hewan datang ke Puskeswan dengan membawa hewannya (hewan kecil atau hewan kesayangan), dan pelayanan aktif, di mana petugas mendatangi ternak di kandang-kandang peternak (ternak besar, sapi, kambing, domba).
“Jenis pelayanan yang disediakan ini mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, pemeriksaan gangguan reproduksi, vaksinasi hingga konsultasi,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Iswahyudi yang hadir secara langsung dalam kegiatan peresmian Pusnakeswan ini menyampaikan apresiasinya atas bukti nyata penyediaan layanan bagi peternak di Lamongan.
Wahyudi menilai, Puskeswan tersebut mampu memberikan layanan paripurna melalui pendekatan dengan para tani ternak.
Oleh sebab itu, Wahyudi berpesan agar UPT Puskeswan tidak hanya bangunan fisik semata, melainkan juga mampu mencukupi kebutuhan tenaga medis ternak sehingga terwujud layanan paripurna bagi masyarakat.
“Pendekatan seperti ini, pendekatan layanan kepada masyarakat dapat tercapai dan kemudian peternak bisa beternak dengan baik,” tambahnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga menyerahkan bantuan hibah unit olahan pakan ternak senilai Rp400 juta untuk 8 (delapan) kelompok tani ternak (KTT).
Kedelapan KTT itu meliputi KTT Amanah Sumberdadi Mantup, KTT Mitra Makmur Candisari Sambeng, KTT Rojokoyo Makmur Balongwangi Tikung, KTT Rejo Sari Dermolemahbang Sarirejo, KTT Sumber Rejeki Sukorame, KTT Mekarjaya Ngimbang, KTT Mulyo Jaya Kembangbahu, dan KTT Berkah Akar Rumput Solokuro.[riq/ted]






