Surabaya (beritajatim.com) – Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi saksi dari pencarian yang panjang dan intens untuk ditemukannya lokasi yang ideal bagi pembuatan film horor terbaru yang menegangkan, “Siksa Kubur”.
Diceritakan bahwa sutradara ternama Indonesia, Joko Anwar, menghabiskan waktu satu tahun lamanya untuk mencari lokasi yang sesuai dengan visi cerita yang ingin disampaikan.
Akhirnya, setelah penelitian dan pencarian yang mendalam, terowongan peninggalan Belanda yang dikenal dengan nama Terowongan Juliana dipilih sebagai latar belakang kisah mencekam “Siksa Kubur”.
Terowongan tersebut, yang terletak di Kampung Cimandala, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Nama “Juliana” diambil dari nama seorang ratu Kerajaan Belanda, yaitu Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau, yang menjadi ratu pada tahun 1948-1980 menggantikan Ratu Wilhelmina.
Meskipun nama resminya adalah Terowongan Juliana, masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan sebutan Terowongan/Gua Bengkok karena konstruksi khasnya yang melengkung di tengah. Meskipun memiliki sejarah panjang dan tidak aktif selama puluhan tahun, terowongan ini belum pernah dimasuki oleh manusia sebelum digunakan sebagai lokasi syuting film.
Dibangun pada tahun 1914 oleh pemerintah Belanda, terowongan ini tidak pernah dijamah manusia sebelum digunakan sebagai lokasi syuting.
“Siksa Kubur” menjadi karya yang istimewa bagi Joko Anwar, karena merupakan film kesepuluh dalam karirnya sebagai sutradara. Cerita yang disajikan mengisahkan perjalanan tokoh utama, Sita, yang ditinggal oleh kedua orangtuanya dalam sebuah tragedi bom bunuh diri.
Kejadian tersebut membuatnya kehilangan kepercayaan pada agama dan mendorongnya untuk memulai misi mencari orang paling berdosa, dengan niat masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa agama dan siksa kubur hanyalah mitos belaka. Namun, seperti yang ditegaskan dalam cerita, tindakan tidak percaya tidak luput dari konsekuensi yang menegangkan.
Antusiasme masyarakat terhadap film ini sangat tinggi, terutama setelah mengenal lokasi syuting yang begitu menyeramkan dan memikat di Terowongan Juliana Pangandaran.
Diharapkan, “Siksa Kubur” akan menjadi salah satu film horor paling berkesan tahun ini dan mampu menghadirkan pengalaman menegangkan bagi para penontonnya. [aje]






