Magetan (beritajatim.com) – Okupansi hotel di kawasan Wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, bervariasi pada Libur Lebaran 2024 ini. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan, Eka Radityo.
Menurut Eka, hotel yang sudah bekerja sama dengan online travel agent (OTA)umumnya memiliki okupansi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 90%.
“Hotel-hotel yang sudah bekerja sama dengan OTA lebih mudah dijangkau oleh wisatawan, sehingga okupansinya lebih tinggi,” kata Eka.
Sementara itu, okupansi hotel yang belum bekerja sama dengan OTA masih di bawah 40%, bahkan ada yang hanya 25%.
“Hotel-hotel yang belum menggunakan OTA perlu meningkatkan strategi promosinya agar lebih mudah dijangkau oleh wisatawan,” ujar Eka.
Eka juga mengungkapkan bahwa tarif hotel di Telaga Sarangan mengalami kenaikan selama libur Lebaran.
“Ada hotel yang menaikkan tarifnya hingga 2 kali lipat. Tarif tertinggi mencapai Rp 8 juta untuk jenis villa. Ada juga yanf harganya tetap,” kata Eka.
Meskipun banyak pengunjung yang datang ke Telaga Sarangan, okupansi hotel tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya wisatawan yang memilih untuk menginap di homestay atau villa.
Okupansi hotel di Telaga Sarangan bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penggunaan OTA dan tarif hotel. Diperlukan upaya untuk meningkatkan okupansi hotel, seperti meningkatkan strategi promosi dan menjaga kualitas layanan. Wisatawan diimbau untuk memesan hotel terlebih dahulu, terutama saat musim liburan. [fiq/but]






