Kediri (beritajatim.com) – Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Kediri Mandung Sulaksono mengucapkan selamat datang pada para pemudik yang telah sampai di Kota Kediri.
Ucapan itu disampaikan Mandung Sulaksono saat membacakan sambutan PJ Walikota Kediri Zanariah.
“Selamat melepas kerinduan, selamat berkumpul kembali bersama keluarga setelah sekian lama merantau meninggalkan kota kita tercinta, Kota Kediri,” ungkapnya.
Lebih lanjut Mandung juga mengatakan bahwa menurut data Kementerian Perhubungan jumlah data pemudik di tahun ini diperkirakan mencapai 193,6 juta orang dan Jawa Timur menjadi tujuan kedua terbanyak pemudik, yaitu 37,6 juta orang.
“Ini menjadi potensi yang baik, untuk meningkatkan perputaran perekonomian di Kota Kediri. Maka saya ajak panjenengan untuk memanfaatkan potensi-potensi kuliner dan UMKM yang ada di Kota Kediri,” ungkapnya.
Mandung juga berpesan untuk para pemudik agar saat kembali ke perantauan, mereka dapat mengenalkan seluruh potensi yang ada di Kota Kediri, salah satunya kuliner.
“Promosi dari panjengan akan menguatkan UMKM yang ada di Kota Kediri,” terangnya.
Terakhir Mandung mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1445 H pada para jemaah sholat Ied yang hadir.
“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah puasa kita dan ibadah-ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini,” ujarnya.
Dalam sambutan yang dibacakan Mandung Sulaksono, PJ Walikota Kediri mengajak semua bersatu sebagai umat islam untuk merayakan hari kemenangan, menggapai kesucian setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa dan amaliah lainnya.
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat merayakan Idul Fitri bersama-sama tanpa adanya perbedaan antara perhitungan hisab dan ru’yatul hilal,” ujar Mandung saat membacakan sambutan PJ Walikota Kediri.
Mandung mengatakan, bahwa bersama-sama kita semua telah melalui bulan Ramadhan sebagai sarana menempa diri dan mengisinya dengan berbagai ibadah serta kegiatan yang bermanfaat.
Untuk itu, ia berharap Ramadhan tahun ini bisa semakin menumbuhkan kesabaran, keikhlasan dan kepedulian seluruh umat Islam pada sesama, sehingga mengangkat derajat ketakwaan kita.
“Mari bersama kita berdoa, agar Allah SWT mempertemukan kita kembali pada Ramadhan selanjutnya,” pungkasnya. [nm/ian]






