Surabaya (beritajatim.com) – Pasar baja ringan diprediksi akan kembali menggeliat di tahun 2024 dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 20 persen.
Hal ini didorong oleh beberapa faktor, seperti proyek-proyek strategis pemerintah, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dan edukasi konsumen yang semakin gencar.
Direktur PT Kencana Maju Bersama, Susanto, optimistis bahwa pasar baja ringan akan kembali bergairah di tahun ini. “Kami berharap bisa dilibatkan untuk ikut berkontribusi juga di IKN,” ujarnya.
Selain proyek-proyek besar, edukasi konsumen juga menjadi kunci penting untuk mendongkrak penjualan baja ringan. Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang produk baja ringan yang baik dan benar, sehingga mudah tertipu produk palsu.
Untuk mengatasi hal tersebut, PT Kencana Maju Bersama menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk universitas, untuk meningkatkan pengetahuan dan edukasi tentang baja ringan.
Salah satu kerjasama yang baru saja dilakukan adalah dengan Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi (SIMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). “MoU dengan SIMT ITS ini dilakukan untuk menjalin kerjasama mengenai produk-produk baja ringan yang ada di market seperti apa,” kata Susanto.
Melalui kerjasama ini, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami tentang produk baja ringan yang berkualitas dan aman bagi konsumen.
Selain edukasi, Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI) juga melakukan kerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang industri baja ringan.
“Kerjasama antara HAPI dengan PII ini dilakukan dalam rangka peningkatan kompetensi SDM di PII,” tutur Ketua Umum HAPI Muhammad Soleh.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan pasar baja ringan di Indonesia akan semakin sehat dan berkembang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.[rea/ted]






