Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus ramah difabel dengan menggelar Pelatihan Produksi Konten TikTok untuk teman-teman disabilitas.
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas, Ilmu Keolahragaan, Seni dan Budaya UNESA yang bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Media (Kece Media) UNESA.
Acara yang berlangsung meriah ini diawali dengan penampilan fashion show dari siswa-siswi Fira Modeling Disabilitas. Dilanjutkan dengan seminar aktualisasi diri yang menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Kezia Grace (Social Media Specialist & Content Creator) dan Zelda Maharani (Mahasiswa Unesa, Penyiar Inspigo, dan Host Break the Rules).
Para peserta kemudian diajak mempraktikkan langsung pembuatan konten TikTok dengan aplikasi CapCut dalam sesi coaching clinic. Materi disampaikan dengan cara inklusif oleh Hanif Catur Febrianto (Content Creator Kece Media) dan Fadhillah Akbar (Ketua Komunitas Tuli Unesa & Content Creator Difabel).
Ketua pelaksana Irhamna Nirbhaya Carreca mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya UNESA untuk mengenalkan salah satu keunggulannya sebagai kampus ramah difabel.
“Dengan menemui langsung teman-teman disabilitas dan mengenalkannya dengan media digital, diharapkan mampu menggali potensi-potensi baru yang akan dimiliki oleh anak-anak disabilitas di Fira Modeling Disabilitas,” ujar Irhamna
Founder Fira Modeling Disabilitas, Esti Yuniarti, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UNESA atas penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih beragam di masa depan.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal UNESA untuk semakin dekat dengan teman-teman disabilitas dan membuka ruang bagi mereka untuk mengenal media digital sehingga mampu berdaya ketika berkarya,” ungkap Esti.
Peserta Antusias dan Terinspirasi
Salah satu peserta pelatihan, Dinda (18 tahun), mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pembuatan konten TikTok yang menarik.
“Saya senang sekali bisa belajar langsung dari para ahlinya. Saya jadi lebih termotivasi untuk berkarya di media sosial dan menunjukkan potensi diri saya,” ujar Dinda.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen UNESA dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan ramah difabel. UNESA terus membuka ruang bagi para difabel untuk mengembangkan bakat dan potensinya, sehingga mereka dapat berkarya dan berdaya di masyarakat. [asg/aje]






