Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pejalan kaki yang berprofesi sebagai pengamen tewas tertabrak Kereta Api (KA) Commuter Line Rapih Dhoho jurusan Surabaya-Blitar di atas terowongan Benteng Pancasila, Kelurahan Tropodo Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Korban tewas di lokasi kejadian.
Korban diketahui atas nama Agus Eko Saptanto (42) warga Jalan Batok RT 001 RW 002, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Diduga korban hendak mengamen di wilayah Kelurahan Tropodo dan menyebrang di atas terowongan Benteng Pancasila.
Namun saat korban menyebrang dari arah utara ke selatan, korban tak menyadari hendak melintas KA Commuter Line Rapih Dhoho jurusan Surabaya-Blitar dari arah timur ke barat atau dari Surabaya ke Jombang. Akibatnya, korban tertabrak KA kelas ekonomi yang melintas sekira pukul 19.08 WIB tersebut.
Korban tewas di lokasi kejadian dengan luka serius di bagian kepala. Setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jenazah korban dievakuasi sejumlah relawan ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas PAM Stasiun KA Mojokerto, Riski Krisdianto mengatakan, saat kejadian korban menyebrang rel KA dari utara ke selatan, sementara dari arah timur melintas KA. “Kronologinya tadi orangnya nyebrang, nggak tahu kalau dari arah belakang ada kereta. Akhirnya tertemper (tertabrak),” ungkapnya, Minggu (31/3/2024).
Korban tertabrak KA Commuter Line Rapih Dhoho dari arah Surabaya ke arah Jombang. Usai tertabrak, korban langsung tewas di lokasi kejadian dengan luka pada bagian kepala. Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian mengamankan barang-barang milik korban berupa gitar dan sejumlah uang.
“Korban sendirian. Infonya tadi, pengamen (korban). Bawa gitar dan uang. Petugas mendapatkan laporan dari masinis ada temperan (menabrak) pejalan kaki, KA 419 Dhoho. Sekitar pukul 19.08 WIB di Petak Jalan KM 56+0 Tarik, Mojokerto. Dibawa ke RSUD terdekat,” tegasnya. [tin/aje]







