Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Mauricio Souza menyoroti kepemimpinan wasit saat timnya gagal mengamankan poin saat menjamu PSS Sleman, di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Jum’at (29/3/2024) lalu.
Pada laga pekan ke-30 Liga 1, Laskar Sape Kerrab harus puas dengan tambahan 1 poin pasca bermain imbang tanpa gol saat menjamu Elang Jawa.
Pada laga tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu seyogyanya tampil baik dan mendominasi pertandingan. Sekalipun sepanjang laga mereka selalu gagal mencetak gol.
“Kami yakin kita bermain lebih baik dari lawan, kami punya lebih banyak kesempatan mencetak gol meski gagal. Kami punya sirkulasi bola lebih baik, penguasaan bola juga begitu, mungkin hanya tinggal finishing untuk bisa cetak gol,” kata Mauricio Souza.
Faktor penyebab lainnya akibat beberapa keputusan wasit pemimpin pertandingan, sebab banyak moment yang tidak diputuskan secara cermat sepanjang laga berlangsung, termasuk durasi injury time.
“Kami kira waktu efektif hanya sekitar 30′ hingga 35′ menit (setiap babak), dan injury time harusnya 8′ menit. Tambahan waktu 5′ menit itu ada tiga kali perawatan, jadi efektifnya hanya sekitar 2′ menit,” ungkapnya.
Bahkan di sepanjang laga, timnya hanya mendapat beberapa kali tendangan bebas sekalipun banyak jenis pelanggaran yang dialami anak didiknya. Terlebih beberapa kali pelanggaran yang dilakukan pemain lawan, justru bebas dari kartu.
“Ada beberapa keputusan wasit yang justru tidak melihat jenis pelanggaran di lapangan, seakan-akan tidak tahu apa yang terjadi di lapangan. Itu hanya sekedar protes, kalau keliru, kami minta maaf,” pungkasnya. [pin]






