Banyuwangi (beritajatim.com) – Event balap sepeda bertajuk Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) resmi kembali digelar tahun ini. Balapan terbesar di Indonesia tersebut come back pasca pandemi 5 tahun silam.
Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, balapan ini juga resmi memakai format Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI). Beda dengan sebelumnya yang masih mengusung nama event International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI).
Artinya, format baru ini juga menyamai dengan sejumlah balapan sepeda bergengsi di negara lainnya. Seperti Tour de France maupun Tour de Suisse, hingga Giro d’Italia.
Event TdBI juga tak terlepas dari UCI (Uni Cycliste Internationale) sebagai organisasi sepeda dunia. Banyuwangi mampu menembus jajaran kalender event sepeda international di bawah UCI.
Hebatnya lagi, TdBI bakal menjadi ikon Banyuwangi di kancah olahraga internasional.
Dari tahun ke tahun, sepanjang perhelatan balapan ini, tidak kurang dari dua ratus peserta ambil bagian. Mereka datang dari berbagai negara untuk mengikuti ajang bergengsi dunia di Banyuwangi.
Rencananya tahun 2024 ini, TdBI akan menempuh jarak 612 km dengan rute menantang dengan ikonik kaki gunung Ijen. Jumlah peserta diprediksi ada 20 team dari berbagai negara.
Paling penting dari event ini adalah dampak positif yang dihasilkan bagi Banyuwangi. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung.
Dari Event TdBI, Banyuwangi kini dikenal oleh banyak komunitas di dunia, khususnya komunitas sepeda. Selain itu, Tour de Banyuwangi Ijen juga mampu menggerakkan roda perekonomian baik disektor pariwisata, perhotelan, transportasi, maupun UMKM. [rin/but]






