Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Buka Puasa Bersama Ulama Umaro dan memperingati ‘Nuzulul Qur’an’ Dengan mengambil tema ‘Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Ukhuwah Antar Ulama dan Umaro’. Dalam acara yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT) tersebut, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati memaparkan pembangunan yang dilaksanakan sejak tahun 2021.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dalam sambutannya mengatakan, Buka Puasa Bersama Ulama Umaro dilaksanakan setiap bulan Ramadhan. “Ini kegiatan keempat selama saya menjabat sebagai Bupati Mojokerto, mulai tahun 2021. Saya mewakili Pemkab Mojokerto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap ulama di seluruh Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Jumat (29/3/2024).
Masih kata orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto, sejak tahun 2021 seluruh tugas pemerintahan berjalan dengan baik berkat dukungan dari seluruh ulama yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, tugas Pemkab Mojokerto dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melaksanakan berbagai pembangunan belum selesai.
“Baik pembangunan SDM, sarana dan prasana umum yang dibutuhkan masyarakat sampai saat ini terus berjalan belum selesai. Saya saat ini melakukan rapat khusus dengan kepala desa di masing-masing kecamatan yang belum pernah saya lakukan untuk membicarakan usulan program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat desa dengan skala prioritas,” katanya.
Dari hasil rapat khusus tersebut kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi terkait insfrastruktur. Padahal, lanjut Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini, setiap tahun Pemkab Mojokerto melaksanakan pembangunan jalan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menjelaskan, jika pembangunan jalan ada empat kewenangan.
“Pembangunan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, pusat dan desa. Kabupaten Mojokerto melakukan dua pembangunan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten dan desa. Karena anggaran pemerintah desa untuk pembangunan jalan tidak besar maka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas saspras yang aman maka pemerintah kabupaten mensupport,” jelasnya.
Hingga akhir masa jabatannya, masyarakat masih menginginkan pembangunan jalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUR) sudah melaksanakan pembangunan jalan sepanjang 178 km yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp587,2 triliun dengan standar beton dan lebar 6 meter. Sementara pembangunan jembatan masih banyak Pekerjaan Rumah (PR).
“Sampai saat ini, kita sudah membangun 13 jembatan dengan biaya Rp39 miliar. Selain pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi tanggungjawab pemerintah, kita memberikan BK Desa sejak 2021 sebesar Rp403,8 miliar. Kita serahkan kepada desa untuk membangun jalan lingkungan, jalan usaha tani. Ada 677 kegiatan pembangunan jalan lingkungan se-Kabupaten Mojokerto,” urainya.

Selain insfrastruktur jalan dan jembatan, lanjut Bupati, Pemkab Mojokerto juga membangun insfrastruktur digital. Sejak tahun 2021, Pemkab Mojokerto membangun insfrastruktur digital berupa viber optik sepanjang 300 km untuk menghubungkan wilayah Kabupaten Mojokerto secara digital. Di bidang kesehatan, Bupati dengan background dokter ini cita-citanya yakni tidak ingin masyarakat Kabupaten Mojokerto sakit.
“Saya ingin masyarakat Kabupaten Mojokerto sehat maka untuk pelayanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto, seluruh desa saya minta Kepala Dinas Kesehatan untuk seluruh perawat Polindes untuk disupport alat kesehatan agar bisa memantau tensi, gula darah. Selain Polindes dan Pustu di desa, kita juga membangun gedung di RSUD Prof Soekandar,” ujarnya.
Namun pembangunan di bidang kesehatan di Kabupaten Mojokerto masih menyisahkan PR karena RSUD RA Basoeni di Kecamatan Gedeg dinilai masih belum standar sesuai spek yang diberikan kepada masyarakat. Hibah kesejahteraan masyarakat Pemkab Mojokerto juga diberikan kepada musholah, Tempat Pendidikan Al Quran (TPQ), ponpes sebesar Rp85,4 miliar.
“Ini menunjukkan pembangunan yang kita laksanakan, kita upayakan berimbang antara pembangunan di bidang spiritual dengan pembangunan di bidang lainnya. Kita tetap berkomitmen untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan pelayanan yang kita perbaiki dari hari ke hari. Semua pembangunan tersebut hampir dari Pendapatan Asli Daerah, bukan dana transfer dari pusat,” tuturnya.
Bupati mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto adalah sumbangsih dari seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto. Mulai dari pajak, retribusi dan lainnya. Bupati meminta para ulama dan umaro untuk mengawal dan mendukung pembangunan Kabupaten Mojokerto secara berkelanjutan kedepannya.
“Matur suwun sanget atas dukungan, support semuanya bahwa Kabupaten Mojokerto dalam kondisi aman kondusif tentu tidak lepas dari doa para ulama. Pergesaran budaya masyarakat membawa pengaruh yang sangat besar kepada masyarakat sehingga saya minta tolong kepada para ulama untuk menjadi garda terdepan untuk keimanan, ketaqwaan dan akhlak masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Dalam acara yang menghadirkan KH Maslikan Ashari tersebut, Bupati menyerahkan bantuan sarung kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Jam’iyah Hamalatif Qur’an Kabupaten Mojokerto. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Forkopimda serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). [tin/adv]






