Surabaya (beritajatim.com) – Suporter Persebaya Surabaya, Husein Ghozali menyoroti kinerja wasit Indonesia di beberapa laga pertandingan Persebaya Surabaya, salah satunya di pertandingan melawan Arema Fc, Rabu (27/3/2024) di Stadion I Wayan Dipta Bali.
Menurut pria yang kerap disapa Cak Cong ini beruntungnya Persebaya raih kemenangan dengan kecurangan perangkat pertandingan yang memimpin. Hal itu terlihat seharusnya dalam kasus kecil Paulo Hendrique yang seharusnya hansball namun nyatanya dianggap tidak hansball tentu ini sangat merugikan tim.
“Ah wasit lagi, sudah jelas permainan tadi itu bukan handsball tapi malah dianggap handsball tapi kita maklum saja kondisi wasit kita memang banyak kekurangannya apalagi VAR juga masih belum maksimal,”ungkap Cak Cong, Kamis (28/3/2024) saat ditemui di Warkop Pitulikur.
Hal senada juga disampaikan oleh Mubarok, bonek asal Kedung Klinter ini juga menyoroti perangkat pertandingan yang masih jauh dari kata baik. Beberapa kali wasit melakukan kecurangan dan itu tentu menurunkan kualitas.
“Wasit indonesia ini sangat buruk apalagi laga krusial orang pemain handsball dianggap tidak handsball bagaimana ini supaya menguntungkan tim lawan, beruntung persebaya bermain cukup indah,”ungkap Mubarok.
Sebelumnya di beberapa laga, Persebaya Surabaya kerap kali bermain dengan dinodai kecurangan wasit.
Dimulai dari permainan melawan PSS Sleman dimana Bruno Moreira diinjak kepadanua oleh Wahyu Hamadi, dipertandingan berikutnya Toni Firmansyah yang menjadi korban dicurangi di depan wasit saat melawan Borneo FC, hingga akhirnya melawan Arema FC. [way/aje]






