Malang (beritajatim.com) – Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) Universitas Brawijaya (UB) menyatakan bahwa sebesar 80,5% lulusan UB pada tahun 2022 sudah mendapat pekerjaan yang layak. Hal itu diketahui setelah UB melaksanakan tracer study setiap tahunan yang dilaporkan pada Kemendikbud Ristekdikti.
Direktur DPKA Universitas Brawijaya, Karuniawan Puji Wicaksono, S.P., M.P. Ph.D., jumlah 80,5 persen ini diambil dari total mahasiswa yang lulus pada tahun 2022 lalu sebanyak 10 ribu. Dijelaskannya bahwa tracer study untuk mengetahui perkembangan alumni yang menyelesaikan pendidikan.
“Kenapa kok hanya 10 ribu karena jumlah tersebut yang diuji oleh Dikti yang berasal dari tingkat S1, D4 dan D3 dari total lulusan UB sekitar 12 ribu termasuk S2 dan S3 dimana jumlah 80,5 persen tersebut telah memenuhi target yang telah ditetapkan,” kata Direktur DPKA UB.
Upaya mewujudkan lulusan UB bekerja secara layak bukan hanya kewajiban DPKA, melainkan mahasiswa sudah diberikan skill sejak mulai semester satu. Menurut Puji, DPKA UB sudah memberi berbagai pelatihan untuk menajamkan kemampuan mahasiswa.
Berbagai pelatihan diadakan agar lulusan siap mencari pekerjaan setelah lulus. Bentuknya, seperti kemampuan melakukan wawancara, membuat lamaran pekerjaan, curriculum vitae, dan lain sebagainya.
“Bekal itu kami berikan untuk mahasiswa agar bisa mengetahui cara-cara melamar pekerjaan,” ucap Puji menambahkan.
Setiap tahun seluruh alumni UB dibedakan dalam tiga kategori. Pertama, sudah bekerja sebesar 80 persen, kedua, komposisi terbesar alumni melanjutkan pendidikan, sementara komposisi yang terkecil adalah menjadi seorang wirausaha (entrepreneur).
“Sebagai perguruan tinggi negeri yang menahbiskan sebagai entrepreneurship campus, jumlah alumni kita yang telah wirausaha masih cukup kecil sehingga hal ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk kita,” kata Karuniawan Puji menutup. [dan/but]






