Surabaya (beritajatim.com) – Desainer asal Surabaya, Catherine Wong sebut jersey Timnas Indonesia masih lebih bagus pola keluaran tahun sebelumnya yakni dari tahun 2012 hingga 2022.
Hal ini bukan tanpa alasan, dikatakan desainer baju pengantin pemain Timnas Indonesia ini, bahwa jersey yang dikeluarkan Erspo ini memiliki cutting pola yang lebih simpel karena mungkin jika digunakan para atletnya terlihat proporsion.
“Cutting pola yg bisa membuat badan sang atlet terlihat proporsion lebih membuat para atlet terlihat profesional. Tetapi mungkin dengan perubahan iklim semakin tahun yang semakin panas membuat penyesuaian untuk seragam para atlet. Mungkin bertujuan untuk membuat para atlet merasa lebih nyaman dalam bergerak,” ungkap Catherin, Sabtu (23/3/2024).
Namun dikatakan desainer yang memiliki butik di kawasan Wiyung Surabaya ini lebih menyukai jersey sebelumnya seperti jersey di musim 2014 sampai 2018 yang bandling dengan Nike desain lebih elegan.
Lalu jersey ditahun 2012 sampai 2014 dan 2020 hingga 2022 yang bekerja sama dengan Nike, Cathrine menilai pola bajunya lebih menarik dengan beberapa aksen lambang di dada, dan kombinasinya pas.
“Ada tiga musim yang saya suka karena pola cutting dan desainnya elegan dan bagus makanya saya lebih suka yang tahun 2012-2014, 2014 -2018 sama 2020 sampai 2022,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, Timnas Indonesia baru saja meluncurkan jersey baru, sekaligus jadi jersey pertama yang diproduksi oleh Erspo, Kawula Muda.
Launching jersey Timnas Indonesia tersebut berlangsung cukup meriah di kawasan SCBD Jakarta, Senin (18/3/2024) lalu.
Jersey Timnas Indonesia yang diproduksi Espro baru-baru ini. Jersey home Timnas Indonesia buatan Erspo berwarna merah-merah. Sedangkan untuk jersey away berwarna putih-putih.
Baju baru itu akan debut di Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat Indonesia menjamu Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (21/3/2024). (way/ian)






