Bagaimana sebuah kota bermakna bagi banyak orang? Jane Jacobs dalam buku The Death and Life of Great American Cities menegaskan, sebuah kota memiliki kemampuan untuk menghadirkan sesuatu untuk orang banyak hanya jika dan kala diciptakan oleh banyak orang.
“Cities have the capability of providing something for everybody, only because, and only when, they are created by everybody,” demikian Jacobs berkata.
Dalam konteks ini, kita memahami kehadiran Jatim Expo di Jalan Ahmad Yani Nomor 99, Surabaya, Jawa Timur. Berdiri pada 2007, tempat ini menjadi ruang yang menjadikan Surabaya sebagai tempat untuk semua orang. Dengan luas 4.480 meter persegi dan panggung permanen seluas 320 meter persegi, inilah convention hall terbesar tanpa pilar di Jawa Timur.
Lebih dari delapan ribu orang bisa berkumpul di sini dengan tempat parkir yang bisa menampung lebih dari 200 kendaraan. Konser musik, salawat, pameran lukisan hingga pameran buku memperoleh ruang untuk merekatkan warga kota.
PT Gedung Expo Wira Jatim yang mengelola Jatim Expo menggariskan visi untuk menjadi perusahaan daerah terdepan di bidang pelayanan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan event yang unggul dan terpercaya melalui pengelolaan profesional.
“Kami menciptakan pengalaman pelayanan penyelenggaraan event yang terbaik bagi pelanggan dengan pelayanan prima, kreatif, dan inovatif,” kata Direktur PT Gedung Expo Wira Jatim, Runiar.
Ini bukan sekadar gedung. “There are fashions in building. Behind the fashions lie economic and technological reasons,” kata Jane Jacobs. Ada gaya dalam sebuah bangunan, dan di balik gaya itu terdapat aspek ekonomi dan nalar teknologis.
Lokasi Jatim Expo sangat strategis di pusat kota. Hanya berjarak 10 kilometer dari Bandara Juanda, dua kilometer dari Stasiun Wonokromo, tiga kilometer dari Terminal Purabaya, dan dekat dengan halte bus Surabaya. Ini membuat siapapun mudah mengakses tempat ini.

Maka PT Gedung Expo Wira Jatim menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sesuai standar perusahaan modern. “Kami menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan meningkatkan nilai perusahaan bagi kepentingan seluruh stakeholder,” jelas Runiar.
Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainbility) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia sudah cukup menunjukkan bagaimana Jatim Expo dikelola. “Sertifikasi CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan atau masyarakat, bahwa produk dan layanan yang telah kami berikan memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan,” kata Runiar.
Ini bukan hanya bangunan. Maka Runiar membuka kesempatan kepada anak-anak muda untuk belajar menjadi pengelola acara atau event organizer. “Kami memberi support dan menjadi tempat sharing untuk mereka bagaimana membuat sebuah event yang sukses,” katanya.
Empat atribut yang dimiliki Jatim Expo, yakni atribut kenyamanan, atribut visibilitas, atribut aksesibilitas, dan atribut adaptabilitas cukup memuaskan pengunjung.
Yashinta Pubayashi dan Heru Subiyantoro dalam jurnal arsitektur Alur Mei 2022 menyebut 76,6 persen pengunjung merasa nyaman dengan sirkulasi dan penataan perabot dalam gedung saat kegiatan berlangsung. Sebanyak 62,8 persen pengunjung berharap sirkulasi dan penataan perabot di dalam gedung tidak perlu diubah dengan signifikan.
Mungkin karena itulah Jatim Expo bukan sekadar bangunan. Ini rumah bagi semua dan muara kepentingan masyarakat kota. [air]






