Magetan (beritajatim.com) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan menawarkan keindahan alam Magetan sebagai daya tarik utama untuk menarik investor. Berapa capaian investasi di kawasan Magetan?
Hal itu diungkapkan oleh Kepala DPMPTSP Sunarti Condrowati. Menurutnya, meski luasan wilayah Magetan tergolong kecil, hal itu tidak menjadi hambatan untuk menarik investor.
“Kami tawarkan berbagai destinasi wisata dengan pemandangan alam yang indah kepada para investor,” kata Condrowati, Kamis (22/2/2024).
Dengan strategi itu, investasi di Kabupaten Magetan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, realisasi investasi mencapai Rp 1,1 triliun. Kemudian, pada 2022 naik menjadi Rp 1,5 triliun, dan tahun 2023 mencapai Rp 1,58 triliun.
“Target investasi kami memang tidak besar, tapi realisasinya selalu melampaui target,” ujar Condrowati.
DPMPTSP Magetan juga aktif mengikuti pertemuan dengan pengusaha luar negeri yang difasilitasi oleh DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.
“Kami jemput bola dan proaktif dalam mencari investor baru,” kata Condrowati.
Pada tahun 2023, terdapat 3 perusahaan baru yang masuk ke Magetan dengan nilai investasi Rp 30 miliar.
“Meskipun jumlahnya masih sedikit, ini menunjukkan bahwa Magetan semakin menarik bagi para investor,” ungkap Condrowati.
Condro optimistis bahwa tahun 2024 akan lebih baik lagi, karena beberapa rumah sakit baru sedang dibangun di Magetan.
“Kami terus berupaya memberikan kemudahan kepada investor yang ingin menanamkan modal di Magetan,” tandasnya.
Saat ini, mayoritas investor di Magetan adalah Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di sektor pariwisata.
“Banyak perusahaan besar seperti Gudang Garam dan perusahaan garmen yang sudah masuk dan tertata di Magetan,” kata Condrowati.
Namun, DPMPTSP Magetan juga membuka peluang bagi PMA (Penanam Modal Asing) untuk membangun industri di Magetan. Pun, tak hanya fokus ke sektor pariwisata saja, nyatanya ada juga investor yang tertarik dengan upaya pengolahan sampah.
“Baru-baru ini ada investor dari Jepang yang ingin menanamkan modal di Magetan,” ungkap Condrowati.
Selain itu, pihaknya mengarahkan investor ke wilayah selatan Magetan, yang selama ini dianggap sebagai wilayah tandus. Yakni wilayah Kecamatan Parang dan Lembeyan. [fiq/aje]






