Pamekasan (beritajatim.com) – Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi kembali mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis bencana, khususnya pada musim penghujan tahun ini.
Terlebih memasuki musim penghujan tahun ini, setidaknya terdapat tiga jenis bencana alam yang sudah mulai terjadi di Pamekasan. Mulai dari cuaca ekstrem berupa angin kencang, longsor hingga banjir.
“Sejauh ini, bencana alam jenis angin kencang yang paling banyak terjadi di Pamekasan, tanah longsor juga ada, tapi tidak banyak, termasuk juga bencana banjir,” kata Akhmad Dhofir Rosidi, Minggu (17/3/2024).
Bahkan dari jenis bencana angin kencang, terjadi di 5 kecamatan berbeda di Pamekasan. Seperti Kadur, Larangan, Pademawu, Pakong, serta Pamekasan (Kota). Termasuk banjir yang terjadi di dua kecamatan berbeda di Pamekasan, yakni Pademawu dan Pamekasan.
“Dari itu, kami terus bersiaga di posko yang terpusat di Arek Lancor Pamekasan, guna melakukan penanganan di kala bencana alam terjadi di berbagai daerah di Pamekasan,” ungkapnya.
Berdasar data BMKG, puncak penghujan tahun ini diprediksi berlangsung selama Maret 2024. Sehingga intensitas hujan dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk di Pamekasan.
“Dari data BMKG, bulan Maret ini masih puncak musim hujan, kita masih tunggu update dari BMKG mengenai masa peralihan atau pancaroba,” jelasnya.
Dari itu pihaknya mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis bencana alam. “Selalu waspada terhadap beragam bencana alam, segera laporkan kepada petugas terdekat saat terjadi atau ada potensi bencana,” pungkasnya. [pin/but]






