Surabaya (beritajatim.com) – Tiga warga Surabaya dibacok di Jalan Diponegoro (Fly Over), Minggu (10/03/2024) dini hari. Tiga warga Surabaya itu adalah Hendrawan (30), Arifin dan Yardin (29) warga Jalan Banyuurip Kidul.
Hendrawan (30) mengatakan saat kejadian dirinya beserta dua korban lainnya sedang berboncengan tiga usai pesta miras di kampungnya.
Mereka berniat mencari makan di sekitar Fly Over Pasar Kembang. Saat melintas di Jalan Diponegoro keduanya putar balik di dekat Pom Bensin. Tiba-tiba mereka dipepet oleh beberapa anak yang diperkirakan masih berusia remaja sambil membawa celurit panjang.
“Jadi pada saat itu kita bertiga mengendarai satu motor, untuk yang menyetir adalah Yardin wiantoro, saya di tengah dan Arifin di belakang saya,” kata Hendrawan, Rabu (13/03/2024).
Tiga orang itu lantas terjatuh. Arifin mengalami luka di pelipis hingga mata kiri, Yardin mengalami luka bacok di telinga kiri sampai hampir terputus. Sedangkan Hendrawan mengalami luka bacok di punggung kiri.
“Kami dibantu oleh tukang parkir yang berada di lokasi,” imbuh Hendrawan.
Ditanya ciri-ciri pelaku, Hendrawan menjelaskan bahwa pelakunya masih berusia anak-anak. Mereka mengayunkan celurit sepanjang 1 meter sekali.
“Mengetahui saudara saya Yardin mengalami luka parah hingga telinganya mau putus. Kita bertiga segera menuju rumah sakit terdekat,” ujar Hendrawan.
Sesampainya di RS William Booth ketiga korban mendapati perawatan pertama. Mereka tidak bisa melanjutkan ke perawatan selanjutnya lantaran menjadi korban kejahatan. Harus ada surat laporan dari polisi.
Atas kejadian terebut ketiganya harus menyelesaikan administrasi yang dibebankan ke masing-masing. Untuk korban Arifin mengalami luka jahitan di pelipis mata dan melakukan pembayaran sebesar Rp500 ribu.
“Kalau saya hanya 150 ribu, kalau mas Arifin membayar 500 ribu, sedangkan saudara saya keadaan kritis dan harus di operasi telinganya dan menghabiskan biaya hampir 17 juta. Semuanya kita lakukan pembayaran sendiri,” tutup Hendrawan.
Sementara itu, Beritajatim.com telah melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Tegalsari Kompol Rizki Santosa belum memberikan tanggapan resmi. (ang/ian)






