Sampang (beritajatim.com) – Awal Ramadhan 1445 Hijriyah/2024, ruas jalan nasional penghubung empat Kabupaten di Madura tepatnya di jalan raya Nyeburen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Tidak bisa dilalui kendaraan jenis city car karena jalan raya tersebut terendam banjir antara 20 cm hingga 50 cm. Pada awal puasa kawasan Sampang mengalami hujan lebat. Saking lebatnya hujan bahkan membuat arus lalu lintas (lalin) sempat terganggu.
H. Suwali warga setempat mengatakan, bahwa hujan yang menguyur wilayah Sampang semenjak pagi tadi membuat genangan air di jalan raya Nyeburen terendam banjir air hujan.
“Sebenarnya banjir di jalan raya Nyeburen ini sering terjadi saat musim penghujan, bahkan sempat membuat arus lalu lintas lumpuh karena banjir terlalu dalam,” terangnya, Selasa (12/3/2024).
Ia juga menceritakan, banjir air hujan ini juga bagian dari dampak luapan sungai Nyeburen yang sudah mulai dangkal. Sehingga, saat hujan deras air meluber ke jalan raya.
“Harapan warga pemerintah segera turun tangan mengatasi banjir di jalan raya Nyeburen, sebab kondisi tiap tahun semakin parah,” imbuhnya.
Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, hujan yang terjadi semenjak pagi tadi juga mengenangi jalan raya di wilayah Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Kondisinya hampir sama karena kendaraan kecil tidak bisa melintas.
“Di bagian pantura Madura juga terjadi banjir, sebagian jalan raya hanya bisa dilalui kendaraan besar,” kata Ahmad warga Pantura. [sar/aje]






