Jakarta (beritajatim.com) – Centratama Telekomunikasi Indonesia (Centratama) dan EdgePoint Infrastructure (EdgePoint) membuka perpustakaan digital di dua sekolah pinggiran di Gresik Jawa Timur dan Kulonprogo Yogyakarta.
Ini bagian dari program Connectivity for Communities, yang bertujuan menyediakan akses internet bagi siswa di daerah terpencil.
Perpustakaan digital hadir di MTS Maulana Ibrahim, Gresik dan SMPN 4 Sentolo, Kulon Progo. Dilengkapi internet tanpa batas, ruang-ruang ini menyediakan akses ke:
Materi pendidikan
E-book
Platform pembelajaran interaktif
Konten multimedia interaktif
Program ini juga menyediakan pelatihan untuk staf sekolah guna memastikan pengelolaan perpustakaan digital yang efektif.
Memberdayakan Generasi Penerus
CEO Centratama Raymond Yan mengatakan akses informasi dan pendidikan adalah hak asasi manusia.
“Kami percaya pendidikan digital memiliki kekuatan transformatif. Program ini memberdayakan siswa di daerah terpencil, memberi mereka kesempatan untuk masa depan lebih cerah.”ujar Raymond, Selasa (5/3/2024).
Sekolah-sekolah dipilih bekerja sama dengan Habitat for Humanity berdasarkan tingkat kemakmuran dan pendidikan.
Gresik memiliki 5.741 keluarga pra-sejahtera dan sejahtera I, sedangkan Sentolo memiliki 89% populasi perumahan di bawah standar dengan pendapatan kurang dari 1 USD/orang/hari.
Dukungan dari Pemerintah
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik Misbahul Munir mengatakan, anak-anak ini adalah penerus bangsa.
“Kita harus mendorong mereka untuk selalu belajar. Teknologi adalah cara terbaik untuk mendukung pendidikan, memberikan akses cepat ke sumber daya. Kami mengapresiasi inisiatif ini.”kata Misbahul Munir.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Triyono memberikan apresiasi kepada Centratama, EdgePoint, dan Habitat for Humanity.
“Inisiatif ini sejalan dengan visi kami untuk masa depan digital yang inklusif.”ungkap Triyono.
Dampak Positif bagi Pendidikan
Kepala Sekolah MTS Maulana Ibrahim Gresik Hilal Badri mengatakan sebelum perpustakaan digital, siswa memiliki akses terbatas terhadap internet.
“Kami bersyukur atas bantuan ini. Ini membantu generasi muda mendapatkan literasi digital dan mengembangkan minat mereka.”tandas Hilal.
Kepala Sekolah SMPN 4 Sentolo Kulon Progo Subiyanto berterima kasih kepada Centratama, EdgePoint, dan Habitat for Humanity.
“Kami ingin menggunakan teknologi untuk meningkatkan pendidikan dan sekarang kami memiliki bandwidth untuk mewujudkannya. Akses internet yang lancar dan tak terbatas akan meningkatkan pengalaman belajar siswa.”ujar Subiyanto.
Hingga saat ini, program Connectivity for Communities telah memfasilitasi konektivitas untuk 6 sekolah, berdampak pada lebih dari 5.000 siswa. Program ini ditargetkan untuk 10 sekolah lainnya pada tahun 2024. (ted)






