Malang (beritajatim.com)– Pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 2 Prabowo-Gibran sukses meraup 1.077.108 suara (65,6%) dalam Pilpres 2024 di Kabupaten Malang dalam rekapitulasi akhir hitung suara (Real Count) di tingkat KPU setempat, Senin (4/3/2024) malam ini.
Dari jumlah real count KPU di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Malang di Jalan Raya Panji, Kecamatan Kepanjen, perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran terpaut cukup jauh dengan dua rivalnya.
Adapun Paslon nomer urut 1 Anis Baswedan-Muhaimin Iskandar meraup 208.055 suara (12,8%). Sementara pasangan nomer urut 3 Ganjar Pranowo dan Machfud MD memperoleh 357.579 suara (21,8%).
“Malam ini kita lakukan pencermatan bersama Bawaslu, saksi dari Paslon, saksi Parpol, dan saksi DPD,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, Senin (4/3/2024) malam.
Kata Dika sapaan akrabnya, hasil pencermatan akhir, Senin 4 Maret sampai pukul 20.54 WIB, pasangan nomer urut 2 memperoleh 65,6% suara dalam Pilpres. Hasil sanding data telah disepakati para saksi paslon. Selanjutnya akan menunggu penetapan resmi dan dikirimkan ke KPU Provinsi Jawa Timur pada tanggal 6 Maret 2024 mendatang.
Menurut Dika, proses rekapitulasi suara atau real count ditingkat KPU Kabupaten Malang berjalan 6 hari atau sejak tanggal 28 Februari 2024 lalu. Ditanya kendala apa yang membuat proses rekapitulasi berdurasi waktu cukup panjang?
“Kendala paling banyak karena faktor kesalahan, seharusnya menginput pemilih laki laki di kolom laki-laki, tapi diisi di kolom perempuan, sehingga ada yang tertukar, begitu sebaliknya. Tapi prinsipnya ya memang titik ini kita lakukan perbaikan jika ada kesalahan,” terangnya.
Dika menegaskan, secara umum perolehan suara tidak ada masalah. Pihaknya juga memastikan tidak ada pergeseran suara yang tidak berdasar. “Tidak ada pergeseran suara, karena semua berdasar dari form C salinan dari SiRekap atau dari milik saksi. Jadi kita membandingkannya berlapis, jadi suara suara itu sudah ada pembuktiannya masing-masing,” bebernya.
Dika mengaku, selama proses rekapitulasi ada penghitungan ulang di hari pertama. “Sempat sekali terjadi di hari pertama di Kecamatan Kasembon, kita hitung ulang. Karena ada buka kotak 1 TPS, kita mencocokkan jumlahnya untuk perolehan satu TPS. Setelah itu tidak ada lagi hitung ulang termasuk hari ini,” ujarnya. [yog/aje]






