Persebaya Surabaya latihan bersama di lapangan THOR Surabaya. (Way)
Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya akan kembali bertemu Borneo FC di putaran kedua di Stadion Batakan, 7 Maret 2024 mendatang. Pada putaran pertama melawan Borneo di kandang, Persebaya berhasil menang dengan skor 3-2.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyatakan bahwa kemenangan melawan PSS Sleman menjadi sumber motivasi bagi para pemain menjelang pertandingan berikutnya.
“Motivasi kami selalu untuk pertandingan berikutnya, dan sekarang fokus kami adalah Borneo. Kami selalu tampil untuk meraih kemenangan,” kata Munster pada Senin (4/3/2024).
Munster yakin bahwa timnya memiliki potensi untuk mencuri poin di kandang lawan karena para pemainnya telah memahami visi dan instruksi dari pelatih.
“Kami optimis bahwa kami bisa meraih poin, karena pemain-pemain kami paham apa yang kami inginkan. Mentalitas mereka adalah untuk menang,” tegasnya.
Pelatih yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik Brunei Darussalam ini menekankan bahwa timnya tidak gentar menghadapi siapapun lawan mereka. Baginya, yang penting adalah bahwa Persebaya harus bermain untuk meraih kemenangan.
“Saya tidak mempedulikan siapa lawan kami. Mentalitas kami selalu untuk menang,” ujarnya.
Munster juga telah mempelajari strategi serangan dan pertahanan Borneo FC sebelum pertandingan. Meskipun menyadari bahwa Borneo FC merupakan tim kuat di papan atas, ia yakin bahwa timnya siap untuk menghadapi tantangan.
“Saya sudah melihat Borneo bermain. Mereka memiliki pemain-pemain bagus, dan saya bahkan memiliki mantan pemain di sana. Tapi tim kami juga memiliki kualitas yang sama, dan kami siap untuk bersaing,” imbuhnya.
Saat ini, berdasarkan klasemen sementara, Persebaya Surabaya menduduki posisi ke-10 dengan perolehan 35 poin, sedangkan Borneo FC berada di puncak klasemen dengan perolehan 63 poin. [way/but]
Beritajatim.com adalah media online berbasis di Surabaya, dan fokus pada pemberitaan di wilayah Jawa Timur. Sejak awal, beritajatim.com memegang teguh kaidah jurnalistik dalam pemberitaan, sehingga aspek akurasi, disiplin verifikasi, independen, melekat kuat di setiap berita Selengkapnya