Surabaya (beritajatim.com) – Persiapan Operasi Kepolisian Terpusat (Operasi Ketupat 2024 ) Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan, melakukan Survei Jalur Tol Trans –Jawa mulai dari Jakarta hingga Tol Surabaya Jawa Timur. Ada tiga hal yang perlu diwaspadai dalam Operasi Ketupat nanti.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, dari hasil paparan ada beberapa hazard atau trouble spot yang perlu diperhatikan dan dikelola dengan baik.
Pertama, untuk di jalan tol rest area yang masih menjadi titik krusial nantinya pada saat volume arus lalu lintas meningkat pada puncak mudik maupun balik .
“Prediksi kita, ini menjadi titik-titik perlambatan arus lalulintas,”ungkap Irjen Pol Aan Suhanan.
Terkait hal ini, pihaknya sudah berkomitmen dengan para pengelola rest area maupun pengelola jalan tol untuk melakukan intervensi, mengelola terutama mengatur yang pertama traffic-nya masuk dan keluar termasuk di dalam.
“Kita juga akan mengatur lamanya istirahat disana kita akan menghimbau,”tambah Irjen Aan.
Hal kedua yang perlu diperhatikan kata Irjen Pol Aan Suhanan adalah gate tol yang juga masih menjadi titik yang harus dikelola dengan baik.
Terkait hal itu pengelola jalan tol tentu akan menyiapkan beberapa penambahan personel untuk melayani, termasuk mobile leader juga ditambah termasuk mengaktifkan gerbang tol satelit.
“Artinya tidak ada digunakan saat normal, ini akan dimaksimalkan,” terangnya.
Kakorlantas juga menghimbau kepada masyarakat untuk menyiapkan e-toll karena seringkali ini juga menghambat perjalanan ketika saldo tolnya itu sudah tidak cukup.
“Ini memakan waktu sehingga terjadi kelambatan kemudian tertib lajur di gate tol,”ujarnya.
Hal ketiga yang perlu diantisiapasi adalah kendaraan yang mengalami hambatan, mogok, dan sebagainya.
“Ini juga dari evaluasi tahun lalu dan kemarin Natal ini menjadi sumber perlambatan sehingga mengakibatkan kepadatan arus di tol,” ungkap Irjen Pol Aan.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan kendaraan yang prima, di samping kesehatan artinya kesehatan juga harus prima, sehingga bisa menikmati arus mudik maupun balik di lebaran tahun 2004.
“Kita akan bersama-sama dengan kementrian perhubungan dari PUPR, akan membuat keputusan bersama terkait pengelolaan lalu lintas selama harus mudik dan balik Tahun 2004 ini salah satunya ada pembatasan,” pungkasnya. [uci/but]






