Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa ITS Surabaya menemukan pasir kucing ramah lingkungan, yang tentunya tidak berbahaya karena berbahan dasar fly ash dan arang aktif dari sabut kelapa.
Ketua tim penelitian Kalinda Ayu Prasasti mengatakan, inovasi yang dibuat bersama timnya ini berangkat dari keresahan bahwa bahan dasar pasir kucing bersifat karsinogenik. Tentunya itu berbahaya bagi kucing.
“Oleh karena itu, kami mencoba memanfaatkan sabut kelapa dan abu layang (fly ash) yang lebih ramah lingkungan pada pembuatan pasir untuk kucing ini,” ujar Kalinda, Rabu (28/2/2024).
Ia menjelaskan, sabut kelapa mengandung selulosa yang berpotensi diolah menjadi arang aktif. Dari analisis yang telah dilakukan, ditemukan bahwa arang aktif memiliki pori-pori terbuka sehingga daya penyerapannya tinggi.
“Hal tersebut membuat arang aktif kerap digunakan dalam proses pemurnian,” jelas mahasiswa Departemen Kimia ITS Surabaya angkatan 2020 ini.
Sedangkan fly ash terbukti dapat menggumpal dengan baik saat terkena kotoran kucing dan bau urea yang dihasilkan. Hal itu didasarkan pada kemampuan fly ash menyerap kelembaban dengan cepat akibat tingkat porositas yang tinggi.
“Sehingga Facocat (nama produk inovasi) dapat langsung dibuang ke tanah tanpa mencemari lingkungan,” tambahnya.
Dalam proses pengolahannya, pembuatan Facocat tergolong sederhana. Facocat dibuat dengan mengaktivasi fly ash dan arang aktif dengan bantuan zat pengikat agar sifat penyerapannya muncul.
“Usai diaktivasi, kedua bahan dicampurkan lalu diberi air, dan selanjutnya dibentuk menjadi pasir menggunakan mesin granulator hingga siap pakai. Meski cara membuatnya sederhana, namun Facocat menjadi pelopor pasir kucing ramah lingkungan pertama di Indonesia,” terangnya.
Produk ini memiliki keunggulan, seperti tidak berbau, mudah menggumpal, dapat langsung dibuang ke tanah, bebas debu, food grade, dan tanpa pewangi. Keunggulan ini pun mendapat respons positif dari para pembeli.
Melalui inovasi ini, tim yang dibimbing oleh Guru Besar Kimia ITS Prof Hamzah Fanshuri tersebut berhasil menjadi salah satu pemenang Pimnas ke-36 tahun pada kategori Poster untuk PKM Kewirausahaan.
“Harapannya, Facocat dapat segera dikomersilkan secara massal dan membawa kebermanfaatan baik bagi hewan peliharaan maupun lingkungan,” pungkasnya. [ipl/suf]






