Surabaya (beritajatim.com) – Pendistribusian dokter masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di wilayah Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Banyaknya pasien yang berobat tak sebanding dengan jumlah dokternya.
Misalnya, di sejumlah puskesmas di Surabaya. Tak sedikit dari fasilitas kesehatan milik Pemkot Surabaya itu yang rupanya masih membutuhkan tambahan jumlah dokter agar pelayanan yang diberikan dapat berjalan optimal.
“Di Surabaya sendiri beberapa puskesmas sebenarnya juga masih membutuhkan tambahan dokter karena pasiennya banyak,” ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unusa Dr dr Handayani, ditulis Rabu (28/2/2024).
Meski dr Handayani tak menyebut secara rinci, namun satu hal yang pasti adalah pendistribusian dokter di wilayah Jawa Timur, termasuk di Surabaya masih menemui sejumlah kendala, dan perlu mendapat perhatian khusus.
“Meskipun dikatakan Jatim ini secara jumlah mungkin dokter itu sudah cukup, namun sejatinya beberapa puskesmas itu masih ada yang kosong. Di Surabaya, beberapa puskesmas butuh tambahan dokter,” katanya.
Tidak adanya penerimaan untuk menjadi pegawai negeri, kata Handayani, menjadi kesulitan tersendiri. Sehingga, para dokter tersebut harus menunggu agar dikontrak. “Itu adalah kesulitan tersendiri bagi teman-teman,” sebutnya.
Handayani menjelaskan, penempatan dokter sebenarnya memerlukan kerja sama dengan sejumlah kementerian. Hanya saja, memang saat ini yang lebih dominan adalah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam hal distribusi.
“Namun sejatinya, misal terkait keuangan dan lainnya, itu harus ada kerjasama. Kemudian Kemendagri, mana daerah yang butuh dokter, Kemendagri yang tau dari rumah sakit-rumah sakit mereka,” jelasnya.
Persoalan lain dari pendistribusian dokter adalah terkait gaji. Sebab, untuk saat ini banyak penempatan dokter tersebut dibebankan kepada daerah. Sedangkan daerah tak memiliki cukup dana untuk menggaji para dokter.
“Saat ini banyak penempatan dokter itu dibebankan kepada daerah. Itu yang kemudian ada kekurangan-kekurangan, karena tidak semua daerah punya cukup dana untuk membayar dokter untuk memenuhi puskesmas-puskesmas,” ungkap Handayani.
Sementara mengutip laman Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang di-update pada Januari 2020, setidaknya di Kota Surabaya terdapat 63 puskesmas induk, 59 puskesmas pembantu, dan 63 puskesmas keliling. [ipl/kun]






