Madiun (beritajatim.com) – Ratusan ribu warga di Kota dan Kabupaten Madiun, Magetan, dan Ngawi tercatat membeli gas elpiji bersubsidi. Pertamina Patra Niaga Jatim Balinus mencatat sudah ratusan ribu KK yang membeli elpiji bersubsidi.
Untuk wilayah Kota Madiun terdapat 42.018 KK, Kabupaten Madiun 144.236 KK, Kabupaten Ngawi 175.428 KK, dan Kabupaten Magetan mencapai 132.708 KK.Jumlah itu tercatat berdasarkan dengan kewajiban menunjukkan KTP sesuai dengan Keputusan menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/MG.01/MEM.M/2023.
Kepala Humas Pertamina atau Section Head Communication Relation Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, jumlah tersebut masih terus bertambah karena masih fase sosialisasi. Pun, untuk wilayah Madiun Raya sudah mulai dilakukan sosialisasi untuk pembelian Elpiji dengan menunjukkan KTP.
‘’Sosialisasi sudah dilakukan dan harapannya, saat nanti sudah benar-benar diterapkan, masyarakat sudah tidak kaget. Toh, ketentuan ini untuk menyelesaikan keresahan masyarakat soal ketepatan subsidi elpiji. Karena, sebelumnya bisa dilihat sendiri ternyata hotel, restoran, dan cafe juga ada yang pakai elpiji bersubsidi. Makanya pembelian dengan digitalisasi ini akan menaikkan kepastian ketepatan subsidi elpiji,’’ terang Taufiq, Rabu (28/02/2024).
Pun, aturan membawa KTP saat beli elpiji jika melakukan pmebellian di Pangkalan Resmi Pertamina. Harganya pun sesuai dengan ketentuan yakni Rp16.000 per tabung.
‘’Ini sesuai dengan permintaan Gubernur Jawa Timur Khofifah, jika semakin bnayak masyarakat yang beli elpiji di pangkalan resmi. Otomatis, mereka menikmati betul harga yang sudah subsidi ini,’’ lanjut Taufiq.
Dia meminta pada masyarakat agar segera melaporkan jika ada pedagang yang menjual elpiji 3 kilogra dengan harga lebih dari Rp16.000. Mereka dipersilakan mengontak call center 135 Pertamina.
‘’JIka sudah ada laporan, akan kami dalami. Sanksi bisa berupa administratif, pencabutan alokasi, hingga pemutusan hubungan usaha,’’ pungkas Taufiq. [fiq/but]






