Surabaya (beritajatim.com) – Grace Evi Ekawati, Ketua Perbasi Jatim mengatakan jika akan ada perubahan dalam basket Jawa Timur, hal ini ditegaskan Evi usai Rakerda Perbasi Jatim, Senin (26/2/2024).
Menurutnya Perbasi Jawa Timur harus lebih solid lagi, baik dari semua hal penyelenggarakan event maupun sosialisasi ke masyarakat atau ke sekolah.
“Sekolah atau masyarakat sudah disosialisasi no lesson no game. Kalau yang lalu memang sudah ada no lesson no game, tapi yang sekarang lebih keren lagi, no lesson no game,” ucap wanita yang kerap disapa Mama Evi ini di Hotel Kyeri.
Yang menarik, saat ini Perbasi Jawa Timur lebih tegas untuk memberikan fasilitas dan kesemparan yang lain, dimana jika sebelumnya para pelatih bisa mengambil lisense double saat ini tidak lagi mereka harus memilih. “Sekarang Perbasi Jatim sudah bikin terobosan baru dimana kalau sudah memilih pelatih, ya pelatih tidak bisa wasit,”ungkapnya.
Lebih lanjut ditegaskan Evi akan segera melakukan sosialisasi untuk perubahan Perbasi Jatim dengan ketentuhan pilihan perangkat pertandingan. Perbasi akan melakukan sosialisasi lebih lanjut supaya informasi yang diberikan bisa masuk hingga ke pengkot dan pengcap.
“Ya kita dukung, kita dorong, kita pacu, kita bantu, supaya menciptakan segera. Diraker ini kami sudah umumkan, kita kasih batas sampai tiga bulan seperti peraturan pemerintah. Tiga bulan untuk sosialisasi dan tenggang waktu kita tidak bisa menerapkan dengan straight, tapi setelah itu kita pasti straight,” imbuhnya.
Bahkan jika ada pelatih atau wasit yang melanggar adanya ketentuan dari Perbasi Jawa Timur tentu lisensi tersebut akan dicabut. “Hal ini supaya memperbaiki kualitas yang dimiliki oleh Jawa Timur. Kalau tidak nanti mereka tidak akan fokus jadinya bukan spesialis malah seperti serabutan,” tutupnya. (way/kun)






