Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Pelatihan Fotografi. Dalam pelatihan ini Diskominfo pelaku UMKM serta penyandang disabilitas agar mengerti dunia fotografi.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, mengatakan lewat pelatihan mereka ingin meningkatkan kompetensi dan kemampuan warganya. Dengan pemahaman soal fotografi diharapkan anak-anak muda Kota Malang menjadi sumber daya manusia berkualitas demi penguatan industri kreatif di Kota Malang.
“Di era digital saat ini, khususnya era bermedia sosial, foto menjadi kekuatan utama termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan berdampak. Dapat dikatakan, fotografi kini bukan hanya sekedar hobi, tapi menjadi bagian yang terpisahkan dari industri kreatif. Jadi ini menjadi hal penting dalam menjalankan amanah saya di mana salah satu fokus adalah meningkatkan ekonomi kreatif di Kota Malang,” kata Wahyu, Rabu, (21/2/2024).
Dalam pelatihan ini Pemkot Malang menggandeng Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang. Pelatihan fotografi diharapkan menjadi wadah kolaborasi, berbagi ide serta membentuk jaringan yang kuat dalam komunitas fotografi lokal untuk mendukung pengembangan ekraf di Kota Malang.
Wahyu menyebut saat ini Kota Malang tengah bersiap menuju Kota Kreatif Dunia pada 2025. Kini Pemkot Malang terus berupaya untuk meneguhkan komitmen dalam mewujudkan hal tersebut.
“Melalui pelatihan ini, para peserta memiliki kesempatan emas untuk memperluas pengetahuan dan keterampilannya dalam dunia fotografi. Mari kita semua memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, sebagai investasi bagi diri sendiri sebagai langkah menuju kesuksesan dalam karir fotografi masing-masing. Saya yakin bahwa bersama-sama kita dapat mencapai hal yang luar biasa,” ujar Wahyu.
Kegiatan Pelatihan Fotografi ini diikuti oleh 223 peserta yang terbagi dalam tahap I sebanyak 111 peserta dan tahap II sebanyak 112 peserta yang merupakan usulan dari Musrenbang Kelurahan dan Musrenbang Tematik.
Peserta yang mengikuti berasal dari perwakilan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), organisasi pemuda yang beragam usia, profesi termasuk penyandang disabilitas demi menunjukkan bahwa Kota Malang inklusif bagi semua golongan. (luc/ian)






