Blitar (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar terancam kehilangan kursi pimpinan DPRD. Hal itu terjadi lantaran perolehan suara dari PPP Kota Blitar diprediksi kalah dengan Partai Golkar.
Meski sama-sama diprediksi memiliki 3 Kursi DPRD, namun perolehan suara partai dari PPP masih kalah dengan Golkar. Dengan begitu, maka PPP kemungkinan bakal kehilangan kursi pimpinan di DPRD 2024-2029 mendatang. “Kami masih bertahan tiga kursi, secara hitungan suara kami naik. Semua di luar perkiraan, karena begitu masif, kalau saya boleh bilang ini pemilu paling jahat, paling rusak,” Kata Agus Zunaidi, Ketua DPC PPP Kota Blitar, Selasa (20/02/24).
Hal ini tentu menjadi pukulan telak lantaran pada periode sebelumnya PPP memiliki satu kursi pimpinan dewan sebagai Wakil Ketua 2. Namun jatah kursi pimpinan DPRD Kota Blitar itu nampaknya akan hilang di tahun 2024-2029 mendatang. “Kami berusaha semaksimal mungkin mengabdi kepada masyarakat. Saya melihat incumbent yang pengabdian ke masyarakat tidak ada artinya, kalah satu malam,” imbuhnya.
Posisi PPP diprediksi bakal digantikan oleh Golkar. Pada Pemilu 2024 ini, Partai Golkar diprediksi bakal memperoleh 3 kursi di DPRD Kota Blitar.
Jumlah tersebut naik dari Pemilu sebelumnya, dimana Golkar Kota Blitar hanya mendapatkan 2 kursi legislatif. Bukan hanya itu, perolehan secara kumulatif partai Golkar juga naik di Kota Blitar. “Golkar alhamdulilah pemilu 2024 berpotensi empat kursi, tapi yang pasti dapat kursi tambahan di dapil Sukorejo, total suara di Blitar 10.000 lebih,” kata Wakil Ketua DPD Golkar Kota Blitar, M Hardita Magdita.
Hal ini tentu menjadi kabar menggembirakan untuk Golkar Kota Blitar. Partai berlogo pohon beringin tersebut kini berpeluang untuk menjadi pimpinan DPRD Kota Blitar menemani PDIP dan PKB. “Incumbent tetap satu kursi satu kursi di Kepanjenkidul dan Sananwetan, tambahan satu kursi di sukorejo. Potensi tambahan satu kursi lagi di Sananwetan. Karena akumulasi sistem perhitungan kuota suara masih kurang,” tutupnya. (owi/kun)






