Pasuruan (beritajatim.com) – Banyaknya korban jiwa dan sakit yang dialami penyelenggara dan petugas keamanan pasca Pemilu 2024 menjadi perhatian serius KPU Kota Pasuruan. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di daerahnya, KPU Kota Pasuruan menggelar tes kesehatan bagi seluruh anggota penyelenggara pemilu.
Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, pada Selasa (20/02/2024) siang. Ketua KPU Kota Pasuruan, Royce Diana Sari, menjelaskan bahwa tes kesehatan ini wajib diikuti oleh seluruh penyelenggara pemilu, mulai dari petugas di kantor KPU hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Tes kesehatan ini wajib bagi seluruh penyelenggara pemilu di Kota Pasuruan, baik petugas dikantor KPU sendiri hingga tingkat TPS,” kata Royce.
Lebih lanjut, Royce menambahkan bahwa dari hasil tes kesehatan hari pertama yang diikuti oleh puluhan petugas penyelenggara, seluruhnya dinyatakan sehat. Di Kota Pasuruan sendiri, terdapat sekitar 4.000 petugas penyelenggara pemilu dan petugas keamanan yang akan mengikuti tes kesehatan ini.
Salah satu petugas penyelenggara tingkat kecamatan, Mohammad Rizal, menyambut baik tes kesehatan ini. Menurutnya, tes ini dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan para petugas, mengingat gelaran Pemilu cukup menguras tenaga dan pikiran. “Dari hasil tes kesehatan mulai dari tekanan darah, gula dan kolesterol semua dalam keadaan normal, jadi kita tidak was-was lagi dengan kondisi tubuh kita,” ujar Rizal.
Sebelumnya, di Kota Pasuruan terdapat seorang anggota Linmas yang meninggal dunia akibat kelelahan dan beberapa lainnya harus dirawat di rumah sakit. Tes kesehatan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang kembali dan memastikan para petugas pemilu dalam kondisi prima saat menjalankan tugasnya. (ada/kun)






