Malang (beritajatim.com) – Pada pemilu 2024 terdapat ramai berseliweran di jagat maya soal dukungan terhadap sejumlah calon dengan tampilan unik dan menarik. Di Jawa Barat Komedian Alfiansyah Komeng alias Komeng, dengan fotonya di surat suara yang anti mainstream, pelawak kondang tersebut bisa tembus ke Senayan sebagai DPD.
Komeng mencalonkan diri sebagai Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ramai jadi perbincangan warganet karena fotonya yang nyeleneh. Meski begitu, berdasarkan hasil real count KPU, Komeng unggul dari caleg DPD lain di dapil tersebut.
Dilansir dari situs pemilu2024.kpu.go.id, Jumat (16/2/2024), Komeng meraih suara sebesar 700.966. Suara Komeng terunggul dari 53 calon lain.
Sementara itu, di Jawa Timur, ada Kondang Kusumaning Ayu yang dianggap good looking dan mendapat banyak pemilih. Caleg DPD RI Dapil Jawa Timur nomor urut 10 itu tiba-tiba jadi hits.
Warganet menyatakan dukungan penuh pada Kondang meskipun mengaku belum mengenal dan tidak mengerti visi misi yang dibawanya. Hal tersebut menjadi bukti dari perolehan suara Kondang Kusumaning dalam rekapitulasi yang di KPU hingga Jumat (16/2/2024).
Dari progres rekapitulasi sebesar 42,97 persen, perolehan suara Kondang mencapai 11,36 persen. Hanya selisih sekitar 1 persen dari Incumbent Ketua DPD RI yang juga di Dapil Jatim, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti yang mendapat suara sebanyak 12,41 persen.
Menanggapi hal ini, psikolog dari Universitas Negeri Malang (UM) Dr. Ika Andrini Farida S.Psi M.Si., memandang bahwa persepsi visual memang menjadi hal penting dan mendasar. Apalagi persepsi visual menjadi yang pertama ditangkap indera.
“Pertama itu kan persepsi visual. Yang pertama tertangkap oleh indera kita itu kan secara fisik. Oleh sebab itu, wajar apabila orang-orang lebih memilih Caleg yang bagi mereka kelihatan paling menarik” ucap Dr. Ika saat ditemui, Jumat (16/2/2024).
Menurutnya, wajah atau pose yang mereka tampilkan dalam surat suara memang menarik perhatian. Apalagi, masyarakat juga tak banyak mengenal calon yang lainya dan tidak mengetahui visi dan misi yang diusungnya.
“Pertama yang mereka lihat adalah yang paling menarik perhatian. Karena kita tidak tahu dalamnya orang yang ada disana. Secara psikologis yang pertama adalah persepsi visual,” ucap wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UM tersebut.
Pencitraan menjadi hal tak bisa dipisahkan bagi orang yang hendak mendapat perhatian orang lain. Dengan begitu, orang lain akan setidaknya mengerti tentang hal baik atau yang menarik, yang ada di individu tersebut.
“Kalau pertama ketemu ya pasti visual. Persepsi visual. Makanya caleg itu dia juga harus pintar pencitraan. Itu kan sebetulnya me-manage tampilan dirinya supaya menarik buat orang lain,” lanjutnya.
Meskipun begitu, dengan memilih seorang dalam Pemilu ini, masyarakat juga memiliki konsekuensi untuk menerima setiap tindakan atau keputusan yang diusulkan oleh wakil rakyat. Dia berharap dengan poster yang bagus, wakil rakyat juga memiliki gagasan dan pemikiran yang bagus.
“Semoga itu dapat memajukan bangsa Indonesia. Meski begitu, nanti seiring berjalannya waktu akan tampak kepribadiannya yang asli seperti apa,” kata Ika menutup. (dan/ian)






