Sampang (beritajatim.com) – Seorang kakek memakai baju batik dan sarung, diduga buta huruf karena salah membawa surat pemberitahuan model C 6 ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Belum diketahui lokasi TPS tersebut. Namun, besar kemungkinan dalam video berdurasi 0.30 detik itu terdengar percakapan suara perempuan diduga panitia penyelenggara Pemilu mengunakan bahasa Madura.
‘Apa teh jiah, benni undangan riyah, ajiyah undangan haul akbar KH Hamzah, benni undangan ka TPS’.
Yang artinya: itu bukan om, itu undangan haul akbar KH Hamzah, bukan undangan ke TPS.
Karena dianggap lucu vidoe tersebut lalu viral di sejumlah group medsos dan menuai berbagai komentar warga.
“Ada ada saja, seharusnya sebelum berangkat ke TPS, kakek tersebut diarahkan oleh yang muda,” ujar Sinal, warga Sampang saat mengomentari video tersebut, Rabu (14/2/2024).
Ia juga mengatakan, belum diketahui pasti kejadian tersebut berlangsung di TPS mana.
“Saya tidak tau kejadianya di mana,” singkatnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Riyan salah satu warga lainya berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab, jika mengetahui ada orang tua yang tidak paham baca tulis untuk sigap menolong mengarahkan hal yang benar.
“Harapanya kejadian seperti di video itu tidak terulang lagi, apalagi seorang orang tua yang harus kita bantu saat mencoblos,” tandasnya.[sar/aje]






