Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam upaya mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Stunting dan peningkatan penggunaan Metode Keluarga Berencana Jangka Panjang (MKJP), Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kabupaten Mojokerto mencetuskan program inovasi ‘JAMAIKA’.
Program inovasi ‘JAMAIKA’, akronim dari JAri PenyelaMAt Menurunkan AKI, AKB dan Stunting serta Meningkatkan KB MKJP ini dengan target zero Maternal Mortality (kematian ibu dan anak). Program inovasi yang diprakarsai Ketua PC IBI Kabupaten Mojokerto, Bdn Rany Juliastuti, SST,M.Kes ini pun sampai ke Swiss.
Pada, 27 November 2023 lalu, salah satu perwakilan PC IBI Kabupaten Mojokerto, Bidan Maya Hidayati mempresentasikan ‘Dying For Life: Are Mothers Still A Global Health Priority?’ di Geneva Graduate Institute, Swiss. Inovasi ini diluncurkan lantaran, pada tahun 2017 AKI dan AKB di Kabupaten Mojokerto masih cukup.
“Satu tahun dicetuskan, inovasi ini berhasil mempercepat penurunan AKI, AKB, Stunting dan meningkatkan KB MKJP di tahun 2018. Program inovasi JAMAIKA ini tidak terlepas dari komitmen PC IBI Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (14/2/2024).
Seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2), Puskesmas, Rumah Sakit (RS) pemerintah dan RS swasta. Serta klinik fasilitas kesehatan (faskes) 1 di wilayah Kabupaten Mojokerto dan RS swasta jejaring rujukan ibu dan bayi.
“Aksi nyata dari program inovasi JAMAIKA ini adalah membentuk grup Whatsapp. Dengan adanya grup ini mempercepat dan mempersingkat proses rujukan untuk kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal serta koordinasi adanya temuan kasus ibu dan bayi yang memerlukan tindakan emergensi,” katanya.
Salah satu peneliti dari The Global Health Centre Team, International Genewa Global Health Platform melakukan survey ke Puskesmas Trawas terkait zero maternal mortality di Kabupaten Mojokerto. Hasilnya, Kabupaten Moiokerto pada 2018 hingga 2022 zero AKI dan AKB.
“Di tengah pandemi Covid-19, tanggal 21 Juni 2022 lalu PC IBI Kabupaten Mojokerto kembali meraih penghargaan dalam mendukung upaya penurunan AKI, AKB dan Stunting melalui peningkatan program Keluarga Berencana. Sebelumnya, tanggal 29 Agustus 2015, PC IBI Kabupaten Mojokerto mendapatkan piagam penghargaan dari Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Yakni Juara 1 Lomba Pelayanan KB (IUD, Implant) Dan Pelayanan IVA Dalam Rangka HUT IBI Ke 64. Tanggal 5 Juli 2017 mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atas pemeriksaan IVA secara serentak di lokasi dan oleh bidan terbanyak dan sekaligus mendapatkan piagam penghargaan dari Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Yakni dalam rangka HUT IBI Ke 66 dan Hari Bidan Internasional Cakupan Terbanyak I Pemeriksaan IVA Serentak, tanggal 12 Juli 2018 mendapatkan piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Sebagai Juara I Lomba Praktek Bidan Mandiri Pada Lomba Program KKBPK Tingkat Provinsi Jawa Timur serta Lomba Pelayanan Akseptor KB Baru dalam rangka HUT IBI Ke 70.
Kegiatan bakti sosial (baksos) Pelayanan KB MKJP dan Non MKJP pada tanggal 5-15 Juni tahun 2021 dan IBI Cabang Kabupaten Mojokerto mendapatkan Juara 1 Penghargaan Pelayanan Akseptor KB Baru dari BKKBN Provinsi Jawa Timur dan Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Jawa Timur.
“Dengan penghargaan ini, diharapkan anggota IBI Kabupaten Mojokerto dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan KB kepada masyarakat serta dapat meningkatkan jumlah akseptor baru. Selain itu, PC IBI Kabupaten Mojokerto juga diharapkan terus berkomitmen untuk berperan aktif meningkatkan keterampilan anggotanya,” harapnya.
Semua untuk mendukung program keluarga berencana bersama serta dapat memberikan layanan yang berkualitas. Bdn Rany yang menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Pandan ini berharap dengan pelayanan yang berkualitas dapat memberikan keyakinan pada Pasangan Usia Subur (PUS) untuk berpartisipasi dalam Program KB atau paling tidak menimbulkan minat untuk berpartisipasi. [tin/ian]







