Surabaya (beritajatim.com) – Usai dirilisnya film dokumenter berjudul Dirty Vote yang langsung viral, berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).
Hal itu tampak pada laman akun Instagram Bawaslu yang dipenuhi dengan hujatan warganet dalam komentar setiap unggahan-unggahan akun tersebut.
Komentar-komentar warganet cenderung menaruh curiga terhadap pelanggaran pemilu sebagaimana informasi yang disampaikan dalam film Dirty Vote.
Bahkan sebagian dari mereka yang berkomentar menanyakan kembali tugas Bawaslu dalam Pemilu 2024 yang dinilai membiarkan pelanggaran dan hanya memberi peringatan tanpa ada tindakan tegas yang diambil.
“Apa gunanya ada bawaslu sih? Knpa sulit bgt buat ngadain pemilu jujur dan baik di RI… seriusan bawaslu fungsinya klian apasih skrng?” tulis akun @lalayahr dalam komentarnya.
Hingga saat berita ini ditulis, tak ada satu tanggapan pun Bawaslu atas komentar-komentar warganet di akun resmi Instagram Bawaslu RI tersebut.
Hal lain yang menunjukkan ada keterkaitan komentar-komentar tersebut masih berkaitan dengan film Dirty Vote adalah beberapa kali peringatan keras terakhir yang terulang untuk pelanggaran Ketua KPU RI.
“Fungsinya bawaslu apa sih?? sampai sekarang masih gak paham, peringatan keras… peringatan terakhir…” tulis akun @aggarendy27.
Terlebih dalam sebuah unggahan Bawaslu RI yang menyampaikan informasi tentang cara melaporkan dugaan tindakan pelanggaran Pemilu, warganet justru mempertanyakan tindak lanjut laporannya.
“Yg kemarin2x ajeee ngambang.. manee vonis hukumannya udah jelas ngelanggar lurr,” komen akun @hasbixxxxx yang dibubuhi emot tertawa.
“Emang yakin bakal di proses,” tulis akun lain dengan mention akun @bawasluri dan memberi tagar #DIRTYVOTE sebagai tanda terkait informasi dari film yang tengah viral. [ian]






