Surabaya (beritajatim.com) – Korban perampokan kantor pegadaian Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Jalan Kapas Krampung, Surabaya, Rabu (07/02/2024) Mangaku mengenali wajah salah satu pelaku yang beraksi. Ia menduga, salah satu pelaku adalah konsumen di tempatnya bekerja.
“Saya tidak asing. Dengan salah satu perampok yang menodongkan pisau ke saya, pria setengah tua itu. Sepertinya adalah salah satu customer disini,” kata salah satu korban berinisial AS, Sabtu (10/02/2024).
Selain mengenali wajah pelaku, dua korban AS dan FA juga heran dengan noda bekas darah di baju belakang yang muncul setelah perampokan. Noda darah itu ada di baju FA. Padahal, walaupun mengalami penyiksaan saat perampokan, kedua korban tidak mempunyai luka terbuka.
“Tapi tidak tahu itu darahnya FA atau darah siapa. Yang jelas tidak ada luka terbuka di tubuh kami berdua,” tutur AS.
Diketahui, dua korban disiksa terlebih dahulu sebelum membawa 2 laptop dan 1 handphone sebagai hasil rampokan. Korban SA dicekik lehernya dan ditodong oleh pisau dapur. Setelah itu, kepala AS dibenturkan ke tembok 2 kali hingga akhirnya tergeletak dan ditindih oleh tubuh pelaku.
Sementara FA juga mengalami derita yang sama. Ia dicekik dan diseret ke bagian belakang kantor. Kepalanya juga di benturkan ke tembok 3 kali.
“Kalau saya bekasnya cekikkan ada di leher serta di pipi. Sementara Farah kepalanya benjol benjol, serta membekas darah matang di kelopak mata,” tutup AS.
Sebelumnya, Aksi perampokan terjadi di kantor pegadaian Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Karunia Sejahtera Pratama di Jalan Kapas Krampung, Tambaksari, Rabu (07/02/2024) malam. Dari keterangan korban, pelaku perampokan berjumlah 3 orang. Mereka berdua menyaru sebagai konsumen yang hendak menggadaikan barangnya. (ang/ian)






