Jember (beritajatim.com) – Sepekan menjelang coblosan, harga bahan pokok penting, terutama komoditas pangan, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kenaikan. Namun kenaikan harga beras di Jember relatif paling rendah di Jatim.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember Yuliana Harimurti mengatakan, harga beras premium mengalami kenaikan di seluruh Jawa Timur. “Beras medium ada sedikit kenaikan harga, tapi di Jember, kenaikannya nomor tiga terendah,” katanya, Selasa (6/2/2024).
Kenaikan harga beras dipicu dampak badai El Nino. “Masa tanam beras mundur. Seharusnya mulai Oktober tanam, tapi mundur. Bahkan uritan yang seharusnya 20 hari, jadi sebulan. Kemudian harusnya Maret sudah panen, tapi belum sampai sekarang. Beberapa mulai tanam. Tapi stok sebenarnya mencukupi,” kata Yuliana.
Khusus penyediaan beras medium, pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik. “Setiap hari dilakukan operasi pasar, kecuali Sabtu dan Minggu. Di Bumdesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama), beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) 50 kilogram kami luncurkan, supaya orang juga bisa mengecer. Hari ini juga kami turun ke bawah untuk mengecek SPHP,” kata Yuliana.
Menurut Yuliana, kenaikan harga bahan pokok penting di Jember terjadi dikarenakan menjelang hari raya Imlek, bukan pemilu. “Kalau pemilunya sih tidak masalah. Kalau menjelang Imlek dan terus sampai Ramadan, yang naik kemarin malah harga daging ayam, telur, daging sapi, gula pasir, cabai merah, tomat, wortel,” katanya.
“Bahkan cabai merah naik di seluruh Jawa Timur. Mungkin karena sudah tidak masa tanam, kata Yuliana.
Rencananya, pada 24 Februari 2024, Pemerintah Kabupaten Jember akan melakukan operasi pasar. “Jadi dua minggu sebelum Ramadan. Kami juga melakukan pasar murah di 20 titik untuk mengatasi (harga) beras yang perlu diwaspadai,” kata Yuliana.
Kerja sama Bulog dan bumdesma terus dilakukan. “Tapi memang kemarin sempat saya tanyakan apakah bumdesma sudah lancar, ternyata beras tidak mencukupi. Satu bumdesma hanya mencukupi anggota, masyarakatnya belum. Bulog ingin sekarang gencar (menjual) 50 kilogram,” kata Yuliana. [wir]






