Ngawi (beritajatim.com) – PT Jasa Raharja Perwakilan Madiun menjamin menanggung seluruh biaya perawatan dan santunan untuk korban meninggal dalam kecelakaan bus Satgas Hanura Surabaya di tol Ngawi. Jasa Raharja Perwakilan Madiun bergerak cepat membantu para korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Ngawi dan Sragen.
Tim Jasa Raharja langsung menuju lokasi kejadian, melakukan survei keabsahan kecelakaan, mendata korban, menerbitkan penjaminan biaya pengobatan, dan berkoordinasi untuk penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia.
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Madiun, Rudi Elfis, menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa para korban.
“Kami turut prihatin atas kejadian laka lantas yang menimpa para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, sesuai dengan UU 33 Tahun 1964 jo PP dan 17 Tahun 1965, ahli waris korban meninggal dunia berhak atas santunan senilai Rp50 juta. Sedangkan untuk korban luka-luka, Jasa Raharja memberikan santunan maksimal Rp 20 juta melalui guarantee letter yang dapat digunakan untuk biaya pengobatan.
“Santunan untuk korban meninggal dunia telah dikoordinasikan dengan Jasa Raharja Kantor Pelayanan Tuban, Mojokerto, dan Sidoarjo sesuai dengan domisili korban,” jelas Rudi.
Sementara itu, untuk korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan 27 guarantee letter ke RS Widodo Ngawi dan 4 guarantee letter ke RSUD Sragen.
Diketahui, Bus Trans Jaya yang mengangkut 50 orang anggota Satgas Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) asal Surabaya terguling di Jalan Tol Ngawi-Solo KM 554 A masuk Desa Pengkol Kecamatan Mantingan Ngawi, Jawa Timur, Minggu (4/2/2024) pukul 07.00 WIB.
Akibatnya, tiga orang tewas dalam kejadian itu. Dua orang meninggal di lokasi kejadian, satu lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi.
Wakapolres Ngawi Kompol Achmad Robial mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan penyelidikan. Achmad mengonfirmasi, ada tiga orang korban meninggal. Sementara, 22 orang dirawat di RS Widodo Ngawi, empat orang lainnya dirawat di RS Sragen namun sudah dibawa pulang karena luka ringan.
“Untuk barang bukti yakni bus sudah kami amankan dan kami evakuasi. Sementara, kami masih akan memintai keterangan kernet bus yang saat ini masih dalam perawatan. Untuk korban meninggal yakni penumpang yang merupakan satgas Hanura dan sopir bus,” kata Achmad saat ditemui di RS Widodo Ngawi.
Diduga, kejadian itu imbas kelalaian sang sopir. Pun, sebelum kejadian bus melaju zigzag untuk menghindari tabrakan dengan sebuah truk yang ada di depannya. Hingga akhirnya, bus rombongan asal Surabaya itu terguling dan melintang di jalan tol.
“Kami belum bisa pastikan penyebabnya, karena korban masih dalam perawatan belum bisa kami mintai keterangan lebih lanjut,” kata Achmad. [fiq/beq]






