Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, termasuk satu dari 40 kota prioritas untuk dikembamgkan jika Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar terpilih menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Umum 2024.
Hal ini dikemukakan Muhaimin, dalam acara ‘Slepet Imin’, di halaman Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2024) malam. “Kami ingin minimal setahun dua tahun pemerintahan Amin nanti, ada 40 kota yang akan kita majukan dengan baik fasilitas publiknya, terutama transportasi publik baik, aman, nyaman. Kemudian internet minimal 100 megabyte per second di setiap kota maju,” katanya.
“Dan Jember salah satu yang akan menjadi kota maju dari 40 kota itu,” kata Muhaimin. Fasilitas akses air bersih juga akan diperhatikan. “Karena itu kami serius banget. Malu rasanya kalau kita terus terlambat membangun bangsa ini, Mengabaikan hal-hal yang mudah, kita mampu tapi tidak dilaksanakan, karena kita terlalu banyak main gimmick-gimmick yang tidak penting,” katanya.
Apa alasan memilih Jember? “Jember secara sepintas saja sudah kelihatan. Luasnya, jumlah penduduknya, aksesibilitasnya. Bandara juga ada, tapi nganggur. Juga ada yang namanya potensi alam yang dahsyat. Ini menjadi sangat menarik,” kata Muhaimin.
“Kami punya niat serius, 40 kota yang akan kita kembangkan, salah satunya adalah integrasi transportasi publik, terutama berbasis listrik, juga yang memberikan kenyamanan pada para penggunanya,” kata Muhaimin.
Muhaimin mengatakan, Jember sudah memiliki semua modal keunggulan untuk dikembangkan. Salah satunya sektor tembakau. “Jember dari zaman sebelum kemerdekaan sangat terkenal di dunia jadi produsen tembakau. Bahkan kualitasnya bisa menyaingi Amerika Selatan, menyaingi berbagai negara produsen cerutu dunia. Bahkan Jember ini terkenal sampai seluruh dunia,” katanya.
Jember juga memiliki potensi Jember Fashion Carnaval yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif. “Sayangnya kita tidak punya strategi kebudayaan. Kalau kita lihat K-Pop, itu betul-betul diterima dan menjadi seni yang menguasai pasar, karena Korea punya strategi yang menguasai kebudayaan,” kata Muhaimin.
Strategi yang dimaksud adalah dengan menggunakan teknologi dan pemerintah mendorong dan mendukung. (Pemerintah harus) membuat strategi bagaimana budaya tumbuh berkembang. Amin menang, insyaallah kita punya strategi kebudayaan yang membuat kita menjadi kekuatan budaya di berbagai negara,” kata Muhaimin.
Muhaimin menegaskan, negara harus rela mengeluarkan biaya untuk pengembangan kebudayaan. “Karena kita melihat kebudayaan ini bukan uang yang menguap, tapi investasi besar negara. Kalau kebudayaan kita maju, negara akan untung. Muncul kreativitas baru, seni komersial, dan ekonomi kreatif tumbuh dengan baik,” katanya.
Pemgembangan 40 kota di Indonesia agar bisa lebih maju dan berkembang lebih masuk akal daripada pembangunan ibu kota baru di tengah belantara. Menurut Muhaimin, pemerintah ingin masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang bagus, dan fasilitas pendidikan publik yang baik.
Muhaimin kemudian menyinggung Ibu Kota Nusantara (IKN). “IKN itu simbol pemerataan. Belum tentu terjadi pemerataan. Yang lebih penting bagaimana pemerataan terwujud di kota-kota yang mampu maju, mendapatkan fasilitas publik yang memadai,” katanya.
“Soal setuju atau tidak setuju, bebas. Tapi prioritas kami adalah mewujudkan kota-kota yang merata. Itulah yang disebut keadilan yang merata untuk semua,” kata Muhaimin. [wir]






