Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) telah menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK). Dalam MoA tersebut kedua pihak saling akan mengimplementasikan berbagai program internasional.
Berbagai program yang dimaksud, yaitu untuk implementasikan kerjasama mengadakan seminar bersama, kolaborasi riset, mobility student kredit transfer, international thesis examiner, dan guest lecture MoA ini bukan yang pertama, melainkan bentuk perpanjangan kerjasama internasional yang ditandatangani oleh kedua pihak.
FEB Unisma diwakili oleh Dekab NurDiana SE, MSi CBV, CERA, kemudian pihak Universiti Malaysia Kelantan oleh Dean Faculty of entrepreneurship & business, Assoc Prof. Zailani Abdullah PhD. Acara penandatanganan dihadiri juga oleh Director UMK Center for External Education ( UMKCEE) Assoc, Prof TS. Dr. Muhamad Ashlizan dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Unisma Prof. Junaidi Mistar.
Dekan FEB Unisma menuturkan bahwa kerjasama dengan Universiti Malaya Kelantan disambut antusias oleh civitas akademika FEB Unisma maupun FEB UMK Malaysia. Nur Diana terimakasih dan salam hangat pada rombongan tim delegasi FEB UMK Malaysia yang dipimpin oleh Prof Zailani Abdullah.
Salah satu program yang sudah dijalankan bersama adalah International Inbound Mobility pada Desember 2023. Acara ini diikuti dosen dan mahasiswa UMK Malaysia. Ada juga kunjungan pimpinan FEB Universiti Malaysia Kelantan pada awal bulan Juni 2023. Perpanjangan MoA antara FEB Unisma dengan FEB UMK dilakukan pada 19 Januari 2024 lalu.
“Seiring dengan kesepakatan yang terjalin, InsyaAllah pada April 2024 kami akan mengirimkan mahasiswa ke FEB Unisma ke UMK Malaysia dan sebaliknya. Terwujudnya program ini merupakan upaya kami meningkatkan kualitas lembaga dan membuka wawasan mahasiswa khususnya dalam implementasi milestone Entrepreneurial University,” ungkap Diana melalui keterangan tertulis, Rabu (31/1/2024).
FEB Unisma, lanjut Diana, merupakan pilihan pendidikan tinggi dengan banyak menawarkan berbagai kegiatan dalam program internasional. Oleh sebab itu, pihaknya merasa kerjasama dengan UMK Malaysia akan memperkuat jejaring internasional.

Di sisi lain, Prof. Drs. Junaidi Mistar PhD menyatakan bahwa program internasional yang telah terjalin antara FEB Unisma dan FEB UMK merupakan bentuk implementasi kerjasama antara rektor Unisma dengan rektor UMK Malaysia. Program itu bermula saat digelar saat Global Summit University Leaders tahun 2018.
FEB Unisma sebagai fakultas yang terakreditasi unggul dan terakreditasi Internasional FIBAA Jerman sangat cepat merespon. Salah satunya melalui implementasi kegiatan seminar internasional, outbound mobility student, seminar entrepreneurship, workshop entrepreneurship, dan business talk.
“Kami selaku pimpinan mengucapkan terima kasih kepada seluruh dekan dan tim yg telah menyelenggarakan jegiatan berlevel international semoga kerjasama ini dapat saling menguatkan antar lembaga di dua negara,” ungkap Prof Jun.
Sementara itu assoc. Prof Zailani Abdullah dari FEB UMK Malaysia mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya berbagai program internasional. Program Internasional Inbound Mobility sudah berjalan dengan sukses sekaligus terselenggara International Conference EBESSIC 2023 yang diikuti oleh 12 negara.
“Kami juga diundang oleh Dekan FEB Unisma untuk menjadi speaker dalam Guest Lecture Entrepreneurship serta sebagai penguji Eksternal bagi thesis mahasiswa program akhir di FEB Unisma,” ungkap Prof Zailani. [dan/beq]






