Tuban (beritajatim.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tuban tercatan menurun sepanjang 2023. Data Dinkes P2KB Tuban, di 2023 tercatat ada 203 kasus DBD, lebih rendah dibandingkan 2022 sebanyak 651 kasus.
“Alhamdulilah turunnya sangat drastis, ini karena upaya kita melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Tuban, Ratna Sari, Rabu (31/1/2024).
Ratna menerangkan, kasus DBD pada 2022 menjadi evaluasi bersama dengan mengidentifikasi desa yang paling tinggi atau Puskesmas yang mendapatkan kasus tertinggi di antaranya Kecamatan Parengan, Soko, dan Tambakboyo.
“Kita datang ke sana, menemui kader penyuluhan, kepala desa serta Forkopimcam secara bersama-sama untuk melakukan upaya PSN,” imbuhnya.
Karena intervensi dari Dinkes Tuban, kasus DBD di tahun 2023 bisa ditekan. Selain itu, Dinkes juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih menjaga kebersihan.
“Yang paling mendominasi itu anak usia 5-15 tahun, dewasa ada tapi yang paling rentan anak-anak, misalnya anak TK itu kan sering bermain diluar, sedangkan di lingkungan itu banyak nyamuk,” kata Ratna Sari.
Ia mencontohkan, apabila ada genangan air di sekitar maka itu menjadi tempat penampungan sarang nyamuk, sedangkan anak-anak ketika bermain diluar tidak bisa dipantau, sehingga sering digigit nyamuk.
“Kadang mereka juga sering tidur siang, kalau dewasa memang kan aktivitasnya jarang tidur siang ya, jadi sangat rentan sekali digigit nyamuk,” pungkasnya. [ayu/beq]






