Malang (beritajatim.com) – Viral di media sosial ucapan Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) yang menyebut pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama (NU), bukan Rais Aam. Melainkan para Kiai Langitan.
Gus Nadir merupakan akademisi yang mengajar di Monash University. Gus Nadir Hosen sejak 2005 dipercaya sebagai Rais Syuriah atau Ketua Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan Selandia Baru.
Menanggapi viralnya video tersebut di sejumlah lini masa, Ketua PBNU Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi menegaskan, bahwa Rais Aam PBNU adalah pemimpin tertinggi NU. Posisi Rais Aam di atas semua kiai.
“Rais Aam adalah pemimpin tertinggi dan ketua umum yang sebenarnya dalam tradisi NU, sedangkan Ketum Tanfidziyah adalah pelaksana, ibarat kiai dalam pengasuh pesantren dengan lurah di pondok pesantren,” tegas Gus Fahrur sapaan akrabnya, Selasa (30/1/2024).
Menurut Gus Fahrur yang juga Pengasuh Ponpes An Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang itu menuturkan, secara aturan sudah seharusnya semua warga NU termasuk Ketum PBNU dan jajaran tanfidziyah selaku pelaksana wajib, taat kepada titah Rais Aam selaku pemimpin Syuriyah NU tertinggi.
“Di dalam Anggaran Dasar NU disebutkan bahwa Syuriyah adalah pemimpin tertinggi Nahdlatul ulama dan Mengendalikan kebijakan umum organisasi,” tegas Gus Fahrur.
Ia menambahkan, sejauh ini, kaum Nahdliyin sangat patuh dan mendengar saran nasehat Rais Aam.
“Kami yakin warga Nahdliyin sudah cerdas semua ya, warga Nahdliyin sangat patuh terhadap Rais Aam, termasuk dalam pemilu Pilpres tahun ini,” Gus Fahrur mengakhiri.
Sebagai informasi, Rais ‘Aam adalah jabatan paling tinggi didalam tubuh kepengurusan Nahdlatul Ulama. Keberadannya ada di dalam jajaran syuriah atau sesepuh yang dimuliakan.
Jabatan Rais Aam dibantu oleh Wakil, Katib Aam, dan A’wan. Jabatan Rais ‘Aam pertama kali dalam struktur NU diemban KH.Hasyim Asy’ari dengan gelar Rais Akbar, sebab beliau sebagai pendiri sekaligus pimpinan tertinggi pertama kali di dalam Nahdlatul Ulama ketika itu.
Sepeninggal KH. Hasyim Asy’ari, jabatan tertinggi tidak lagi disebut Rais Akbar, melainkan Rais Aam. Saat ini pejabat Rais Aam masa khidmat 2022-2027 adalah K.H. Miftachul Akhyar. [yog/beq]






