Bojonegoro (beritajatim.com) – Belum genap satu bulan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro sudah melakukan 46 kali penanganan evakuasi ular yang masuk ke rumah maupun pemukiman warga. Damkarmat Bojonegoro kemudian memberikan tips supaya ular tak masuk rumah. Begini penjelasannya!
Kepala Damkarmat Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, banyaknya aduan masyarakat terkait penanganan ular ini sudah hal biasa. Pasalnya, saat musim pancaroba seperti sekarang ini banyak ular yang keluar sarang dan mencari tempat lain.
“Kalau melihat musimnya, ini wajar. Karena siklus hidupnya ular saat pancaroba atau dari kemarau ke musim penghujan, banyak kemunculan ular yang sebagian besar berpindah tempat yang lebih lembab,” ujarnya, Senin (29/1/2024).
Dari jumlah 46 kali penanganan itu, menurut Gunawan, terjadi hampir merata di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Sebagian besar ular tersebut berpindah ke permukiman. Untuk itu, pihaknya memberikan tips agar ular tidak masuk ke rumah.
Diantaranya dengan menjaga kebersihan rumah, tidak menimbun barang-barang di dalam rumah yang bisa dipakai ular bersarang, atau dengan cara lain memberikan wangi-wangian yang menyengat. Aroma wangi itu, lanjut dia, tidak disukai ular.
Sementara diketahui, ular yang berhasil dievakuasi itu sesuai SOP yang diterapkan Damkarmat Bojonegoro, jika masuk kategori hewan tidak dilindungi atau kategori umum, maka akan dirilis kembali ke habitatnya. Yakni di hutan lindung kawasan Bojonegoro.
Sedangkan untuk jenis ular yang dilindungi, seperti King Cobra, maka akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Sementara, jenis ular yang mayoritas dievakuasi jenis cobra dan ular piton,” pungkasnya. [lus/aje]






