Jakarta (beritajatim.com) – PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) berhasil meraih sertifikasi ISO BIM 19650:2018 Kitemark dari PT British Standards Institute (BSI Group Indonesia).
Sertifikasi ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen HKI dalam menerapkan Building Information Modelling (BIM) secara komprehensif dalam fase-fase pembangunan proyek.
ISO BIM 19650:2018 Kitemark merupakan standar internasional penerapan implementasi BIM yang diakui industri secara global, yang merupakan level tertinggi di bidang BIM.
Standar ini menunjukkan komitmen terhadap prinsip dan persyaratan manajemen informasi bangunan sepanjang siklus hidupnya, serta panduan untuk menyusun dan mengelola berbagai informasi BIM mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, sampai dengan pemeliharaan sepanjang siklus hidup proyek tersebut berlangsung.
Hasil audit menunjukkan bahwa HKI telah berhasil memenuhi ISO 19650-1:2018 – concept and principles of information management yang mencakup sistem informasi, review, audit kesiapan infrastruktur internal, serta implementasi BIM pada proyek. HKI juga berhasil memenuhi ISO 19650-2:2018 – delivery phase of assets yang meliputi implementasi BIM dalam workflow, project management, design management, sampai dengan construction management. Kedua penilaian tersebut dilakukan di kantor pusat dan proyek.
Pencapaian ini sejalan dengan komitmen induk usaha yaitu PT Hutama Karya (Persero) yang berkomitmen untuk menerapkan BIM di perusahaan dan anak usaha di bidang jasa konstruksi. PT Hutama Karya (Persero) telah lebih dulu mendapatkan Sertifikasi BIM ISO 19650-1,2,&5:2018 Kitemark pada Oktober 2021 lalu.
Direktur HKI, Aji Prasetyanti, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. Menurutnya, sertifikasi ini menjadi bukti bahwa HKI telah menjadi perusahaan jasa konstruksi yang mutakhir dalam mengimplementasikan sistem BIM di Indonesia.
“Perolehan sertifikasi ISO BIM 19650 1&2:2018 Kitemark menjadi bukti dimana HKI adalah perusahaan jasa konstruksi yang telah mengimplementasikan BIM secara komprehensif dalam fase-fase pembangunan proyek,” tutur Aji.
Ia menambahkan, sertifikasi ini akan memberikan manfaat bagi HKI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proyek, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan. Selain itu, sertifikasi ini juga akan meningkatkan daya saing HKI di industri jasa konstruksi.
Sebagai informasi, hingga saat ini, HKI masih mengerjakan sejumlah proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) seperti Jalan Tol Padang-Sicincin, Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, Jalan Tol Tanjung Pura-Pangkalan Brandan, serta Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Untuk proyek non JTTS, HKI kini tengah mengerjakan proyek SMO Construction Services di PHR Riau, dan Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II.
Dengan adanya sertifikasi ISO BIM 19650:2018 Kitemark, HKI berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. (ted)






