Banyuwangi (beritajatim.com) – Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memenuhi keinginannya datang ke Banyuwangi. Hal itu menjadi nostalgia bagi dirinya, mengingat masa 20 tahun lalu saat kampanye menjadi presiden.
Banyuwangi menjadi tempat spesial bagi SBY. Karena, di sinilah tempat dirinya pertama kali kampanye presiden pada 2004 silam.
Merasa memberi arti bagi dirinya, SBY pun memberikan kejutan untuk masyarakat Bumi Blambangan yang turun di Lapangan Maroon, Kecamatan Genteng. SBY awalnya menyapa seperti biasa. Namun, hal tak terduga muncul di akhir orasinya.
Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba meminta para musisi untuk mengiringinya bernyanyi. Dan, lagu Banyu Langit milik Almarhum Didi Kempot jadi pilihannya.
Sebait syair awal, warga pun bersorak. Berlanjut dengan seluruh syair lagu tersebut dengan nada yang begitu baik. Meskipun, SBY harus membawa lembaran kertas untuk mencontek liriknya.
Sworo angin
Angin sing ngreridu ati
Ngelingake sliramu sing tak tresnani
Pengen nangis
Ngetokke eluh neng pipi
Suwe ra weruh
Senajan mung ono ngimpi
Ngalemo
Ngalem neng dadaku
Tambanono roso kangen neng atiku
Ngalemo
Ngalemo neng aku
Ben ra adem kesiram udaning dalu
Banyu langit
Sing ono nduwur kayangan
Watu gedhe
Kalingan mendunge udan
Begitulah, setidaknya penggalan lirik dari lagu Banyu Langit yang dinyanyikan oleh SBY. Gemuruh, sorak dan mengajak masa bergoyang.
Benar-benar pelepas rindu yang pecah bersama warga. Tak lupa segenap pengurus Partai Demokrat, para caleg, simpatisan hingga relawan juga turut bergembira bersama.
SBY tampak didampingi oleh anaknya Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang tidak lain Ketum DPP Partai Demokrat. Termasuk, Srikandi Demokrat Jawa Timur Arumi Bachsin, Michael Edy Hariyanto Ketua Demokrat Banyuwangi. [rin/beq]






